Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Idul Fitri 2023

Sejarah Pelaksanaan Salat Id di Lapangan Terbuka, Pelopornya Muhammadiyah

Haedar Nashir dalam bukunya Muhammadiyah Gerakan Pembaruan, menulis, pelaksanaan Salat Id di lapangan pertama kali dilakukan Muhammadiyah.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Polda Sulut
Ilustrasi - Salat Idul Adha 1443 H yang digelar di lapangan Polda Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (10/7/2022) pagi. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Indonesia ini, siapa sih yang pertama kali melakukan Salat Id di Lapangan Terbuka?

Ternyata, Salat Idul Fitri di lapangan terbuka pertama kali dipopulerkan oleh Muhammadiyah.

Ini berawal pada tahun 1926. 

Sebagaimana yang dikutip dari artikel yang diterbutkan Muhammadiyah.or.id berjudul "Sejarah Salat Idul Fitri di Lapangan, Ijtihad Muhammadiyah untuk Islam Indonesia", gerakan salat Idul Fitri di lapangan ketika itu adalah sesuatu yang kurang lazim terjadi di Indonesia.

Ketika awal pelaksanaannya, bahkan ada penentangan terhadap ide salat di lapangan ini. 

Haedar Nashir dalam bukunya yang berjudul Muhammadiyah Gerakan Pembaruan yang terbit 2010 lalu, menulis, pelaksanaan Salat Id di lapangan pertama kali dilakukan Muhammadiyah pada 1926.

Kala itu lokasinya berada di Alun Alun Utara Keraton Yogyakarta.

Masih menurut buku yang sama, ide salat Id di lapangan terbuka sejatinya sudah coba digaungkan oleh Ahmad Dahlan sejak 1923, tahun dia meninggal dunia.

Almanak Muhammadiyah 1394 (1974) mencatat, pelaksanaan Salat Id di lapangan dimulai Muhammadiyah pada tahun 1926.

Keputusan itu ternyata tidak ujuk-ujuk, tapi ada landasannya, yaitu keputusan Kongres Muhammadiyah ke-15 di Surabaya.

Kenapa Salat Id mesti dilakukan di tanah lapang ternyata berawal dari kritik seorang tamu dari India.

Ketika itu Muhammadiyah dipimpin oleh Kiai Ibrahim.

Sang tamu bilang, kenapa Muhammadiyah melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Gede Keraton Yogyakarta.

Dia pun mengajurkan supaya Muhammadiyah, yang memosisikan dirinya sebagai gerakan tajdid, melaksanakan salat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, di lapangan.

Tamu itu juga mengutip kebiasaan Nabi Muhammad yang melakukan hal serupa.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved