Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Baca Markus 16:5, Kubur yang Menakjubkan
Para perempuan itupun terkejut ketika menyaksikan semuanya itu dan mendengar perkataan Malaikat kepada mereka.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Seorang muda itu tidak lain adalah Malaikat yang sudah tentu diutus Allah untuk menyampaikan tentang kebenaran kebangkitan Yesus itu.
Para perempuan itupun terkejut ketika menyaksikan semuanya itu dan mendengar perkataan Malaikat kepada mereka.
Kubur bukanlah tempat menakutkan. Tapi menakjubkan karena dipakai sebagai sarana kesaksian tentang rancangan Allah yang agung dan mulia untuk manusia, lewat pengorbanan Yesus yang bangkit menebus dan menyelamatkan bahkan memenangkan umat manusia.
Semuanya terjadi seperti apa yang Tuhan Yesus katakan sebelum Dia disalib dan mati untuk kita.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, (ay 5)
Kubur kosong telah membuktikan Yesus bangkit. Kubur, sebagai lambang kematian justeru dipakai sebagai tempat mewartakan kabar kebangkitan dan kehidupan bagi umat manusia.
Dari kubur Dia bangkit, demi kemenangan kita. Kitapun hidup berkemenangan bahkan lebih dari pemenang.
Sebab kita bukan hanya diselamatkan dan diberkati di bumi, tapi menikmati bahagia kekal di sorga mulia bersama-Nya.
Kehadiran seorang muda di kubur Yesus itu merupakan tanda bahwa Allah hadir dalam peristiwa itu, dan Dialah yang berperkara dengan semuanya itu.
Dialah yang merancangkan segala kebaikan bagi umat-Nya meski dengan harga yang sangat mahal, yakni lewat penderitaan dan kematian Yesus.
Tetapi sesungguhnya Yesus sudah bangkit. Kubur terbuka dan kosong membuktikan bahwa Dia hidup.
Malaikat menyaksikan bahwa semua yang Yesus katakan benar-benar terjadi, yakni bahwa Dia bangkit pada hari ketiga dari antara orang mati, demi keselamatan dan kebahagiaan kita di bumi dan di sorga.
Itulah kasih Allah yang sempurna. Kasih yang tak terbatas oleh ruang dan waktu.
Kasih yang tidak dapat dijangkau akal kepikiran manusia, karena Dia mengasihi kita lebih dari yang kita harapkan dan lebih dari kita mengasihi diri kita sendiri. Maka Dia rela menderita sengsara dan mati di kayu salib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Poster-Jumat-Agung-dan-Paskah-2023-TribunManadoErlina-zd2z.jpg)