Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paus Terdampar di Bali

Paus yang Terdampar di Bali Dikuburkan di Pesisir Yeh Leh, Petugas Kewalahan

Bangkai paus sperma yang terdampar di Pantai Yeh Leh, Bali akhirnya dikuburkan.

|
Editor: Frandi Piring
BPSPL Denpasar
Paus yang Terdampar di Bali Dikuburkan di Pesisir Yeh Leh, Petugas Kewalahan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya bangkai paus sperma yang terdampar di pesisir Pantai Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, dikuburkan.

Bangkai paus sperma itu dikuburkan setelah 3 hari terdampar.

Proses penguburan bangkai paus tersebut memakan waktu dua hari.

Bangkai paus bisa dikubur setelah dimutilasi menjadi beberapa bagian oleh petugas gabungan.

Para petugas bahkan sampai kewalahan mengubur satwa mamalia laut ini.

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso mengatakan penguburan selesai dilakukan pada Senin (10/4/2023) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

"Alhamdulilah proses penguburan sudah selesai Senin sekitar pukul pkl 21.00 Wita.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu pelaksanaan tugas penanganan paus sperma terdampar sesuai Pedoman Penanganan Mamalia Laut Terdampar Kementerian Kelautan dan Perikanan RI," ujarnya, Selasa (11/4/2023).

Potret paus sperma terdampar di Pantai Yeh Malet Bali. Panjang 18 meter, lebar 2 meter.
Potret paus sperma terdampar di Pantai Yeh Malet Bali. Panjang 18 meter, lebar 2 meter. (Nyoman Hendra Prabowo/Antara Foto via Kompas.com)

Ia menyampaikan, proses penguburan berlangsung sejak Minggu (9/4/2023) sore.

Sebelumnya, petugas melakukan pemeriksaan nekropsi dan mengambil sejumlah sampel pada bangkai paus.

Namun, karena terkendala air pasang, proses penguburan dihentikan dan dilanjutkan pada Senin siang.

Panjang ukuran paus yang mencapai 17,2 meter itu membuat petugas kewalahan.

Posisi bangkai berada di bibir pantai dengan kondisi sebagian tubuh terendam air.

Tubuh paus dipotong untuk memudahkan proses penguburan.

Potongan tubuh paus diangkut ke lokasi penguburan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi paus ditemukan dengan menggunakan truk.

"Lokasi penguburan dilakukan areal sekitar 1 kilometer dari pesisir pantai untuk menghindari risiko bau," katanya.

Pertimbangannya, pada tahun 2018 lalu juga ditemukan bangkai paus terdampar dan dikuburkan di lokasi yang sama.

"Begitu terkena gelombang pasang, pasirnya naik dan menimbulkan bau," imbuh dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved