RHK Senin 10 April 2023
Bacaan Alkitab - Markus 16:2-3 Perempuan-Perempuan Setia
Kebangkitan Yesus terjadi pagi-pagi benar. Diperkirakan menjelang fajar menyingsing pada hari Minggu, hari pertama di Minggu itu, sehari
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Markus 16:2-3
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebangkitan Yesus terjadi pagi-pagi benar. Diperkirakan menjelang fajar menyingsing pada hari Minggu, hari pertama di Minggu itu, sehari setelah Sabat.
Orang pertama yang tahu sekaligus menjadi saksi mata pertama kebangkitan Yesus adalah para perempuan.
Merekalah perempuan-perempuan yang setia kepada Yesus. Ke mana saja Yesus pergi, mereka selalu ikut. Bukan saat Yesus hidup mereka mengikuti Yesus. Sampai Yesus matipun mereka tetap setia mengikuti Dia.
Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus serta Salome. Merekalah yang pagi-pagi benar datang ke kubur Yesus. Sehari sebelumnya, mereka bersama Maria ibu Yoses dan Yusuf Arimatea membaringkan Yesus di kubur milik Yusuf Arimatea.
Jadi mereka tahu persis letak kubur dan posisi Yesus di dalamnya. Itulah yang menguatkan rasa percaya diri mereka pergi lagi ke kubur Yesus pagi-pagi setelah matahari terbit. Mereka tahu bahwa kubur itu ditutup dengan batu yang sangat besar.
Oleh permintaan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi kepada Pilatus, maka kubur dan batu itu dimeterai dan dijaga ketat oleh prajurit-prajurit Romawi.
Sebenarnya modal para perempuan ini ke kubur Yesus adalah kesetiaan dan kasih kepada Yesus. Mereka juga sebenarnya takut ke sana karena ancaman imam-imam kepala cs.
Makanya mereka pergi pagi-pagi benar agar tidak diketahui. Mereka membawa rempah-rempah dan minyak untuk mayat Yesus. Nanti ketika di tengah jalan mendekati kubur baru terpikirkan tentang bagaimana membuka kubur itu karen begitu besarnya batu yang menutupi kubur Yesus.
Kesetiaan para perempuan itu adalah iman mereka kepada Yesus. Iman mereka itu teguh dan kokoh. Merekalah pengikut Yesus yang tidak pernah meninggalkan Yesus.
Meski terkadang mereka harus mengatur jarak agar tidak terancam jiwa dan nyawanya. Tetapi mereka tetap berada di sekitar Yesus. Termasuk ketika Yesus melewati prosesi Jalan Sengsara yang pahit dan sangat mengerikan itu.
Karena kesetiaan, kasih dan rasa hormat kepada Yesus, maka ketika Yesus telah mati tergantung di Salib, mereka juga ikut bersama menurunkan mayat Yesus dan mengurusi bersama Yusuf Arimatea dan Nikodemus, serta membawa-Nya untuk dikuburkan dalam kubur yang baru saja digali oleh Yusuf, orang kaya itu. Mereka melakukan segala sesuatu hanya berdasarkan iman mereka.
Mereka memberi hidup mereka untuk melayani Yesus, baik saat hidup saat sudah menjadi mayat. Tak peduli sudah dalam kuburan. Mereka tetap mendatangi untuk merempahi dan meminyaki mayat Yesus.
Itulah iman dan kesetiaan serta kasih yang sungguh dan tulus dari para perempuan itu.
Di kalangan orang Yahudi, perempuan tidak dianggap. Status mereka di bawah laki-laki.
Mereka tidak dibolehkan memberikan kesaksian di pengadilan, baik pengadilan negara maupun pengadilan Agama. Mereka dipandang rendah. Hal ini justeru membuat mereka lebih leluasa melayani Yesus dalam keadaan apapun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/maria-magdalena-666.jpg)