Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Dunia U20

Sekjen PDIP Ungkap Usaha Mencari Solusi Atas Kehadiran Timnas Israel, Sentil Anies yang Pilih Diam

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan Ade Armando membuat pernyataan yang tidak benar ketika menuding

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunnews/Ilham Rian Pratama
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan Ade Armando membuat pernyataan yang tidak benar ketika menuding sikap para kader PDI Perjuangan menolak kehadiran Israel di Piala Dunia U20.

Di mana, Ade Armando menyebut bahwa penolakan itu bersifat klenik dengan menyebut wangsit Bung Karno.

Hasto pun menegaskan, penolakan itu adalah sikap para kader partai didasari dengan kesadaran dan pemahaman terhadap pemikiran Bung Karno serta kajian-kajian ilmiah.

Hasto pun meminta agar Ade Armando kembali ke kesadaran rasionalnya.

Ade Armando, Akademisi yang mengkritik PDIP
Ade Armando, Akademisi yang mengkritik PDIP (KOMPAS.com)

“Sikap para kader PDI Perjuangan menolak Israel itu berdasarkan pemahaman terhadap pemikiran Bung Karno. Hasilnya enam alasan penolakan, yakni ideologi, konstitusi, sejarah, hukum internasional dan kemanusiaan universal, serta kekuasaan sayap kanan Israel. Kami juga berdiskusi dengan gubernur Lemhannas dan beberapa pakar hubungan internasional. Lalu dilakukan lobi sebanyak tiga putaran di tahun 2022 hingga 2023,” kata Hasto, Selasa (4/4/2023).

“Jadi tidak ada klenik. Saya menilai sikap Bung Ade yang biasanya mengajak berpikir rasional, kok justru terkesan tidak rasional?” sambung dia.

Hasto lalu membeberkan apa yang sebenarnya terjadi dengan penolakan terhadap Israel yang berujung pada keputusan FIFA terkait Piala Dunia U-20.

Pada 17 Agustus 2022, Hasto bercerita pihaknya berdiskusi di Lemhannas, membahas tentang lolosnya Israel dalam Piala Dunia U-20. Hasil diskusi itu adalah bahwa ini akan menjadi persoalan serius.

 
Sebab data survei pada Mei 2022 yang dilakukan oleh SMRC menunjukkan bahwa 67 persen responden memiliki sentimen negatif terhadap Israel.

Diskusi juga menyimpulkan bahwa Pemerintah, ketika memutuskan mengikuti bidding Piala Dunia U-20, sama sekali tidak menduga bahwa Israel bisa lolos dan ikut.

“Atas hasil diskusi tersebut, kami bisa memahami sikap Pemerintah yang terus go head dengan U-20, mengingat pada saat bidding, tidak ada yang menyangka Israel ikut. Saya kemudian berinisiatif lobi, kebetulan mempelajari pemikiran geopolitik Soekarno,” kata Hasto.

Baca juga: Pandangan Pengamat Tata Kota Pingkan Peggy Egam Pasca Kebakaran Pasar Tatelu Minut Sulawesi Utara

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Trans Pulau Flores, Tabrakan 2 Dump Truk dan 1 Motor, 2 Orang Tewas

Pada 23 Agustus 2022, Hasto bertemu dengan Menlu Retno Marsudi untuk menjelaskan berbagai resiko politik jika Timnas Israel hadir di tanah air Indonesia.

“Saya tegaskan, jangankan kelompok Kadrun, PDI Perjuangan pun akan menolak. Sikap kami ini sekaligus menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan karena agama. Atas dasar hal itu, kami usulkan kepada Menlu agar melobi Singapura, agar khusus pertandingan Israel diselenggarakan di Singapura, dan Indonesia tetap menjadi tuan rumah,” ujar Hasto.

Pihaknya optimis Pemerintah akan bergerak cepat. Maka sebagai dukungan atas Piala Dunia U-20, PDIP yang awalnya ingin melaksanakan peringatan HUT Partai 10 Januari 2023 di Stadion Gelora Bung Karno, memilih untuk memindahkan ke Kemayoran.

“HUT Partai ke-50 sampai kami pindahkan karena dukungan terhadap U-20," tegas Hasto.

Halaman
123
Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved