Berita Heboh
10 Tahun Hidupi Anak Perempuan, Pria Ini Syok Saat Tahu Fakta Sebenarnya, Langsung Gugat Cerai Istri
Tepat setelah itu, En Cuong mengajukan gugatan cerai, meminta Tieu Manh untuk membawa putrinya keluar rumah.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pria dibuat syok dengan kenyataan soal keluarganya.
Selama 10 tahun dirinya kerja keras untuk menghidupi istri dan anak perempuannya.
Namun ternyata identitas si anak baru terungkap setelah 10 tahun namanya.
Pria itu bernama En Cuong.
En Cuong menikah dengan seorang wanita bernama Tieu Manh.
Berikut ini adalah rangkuman beritanya.
Awal mula En Cuong menikah dengan Tieu Manh
Dilansir TribunStyle.com dari eva.vn pada Jumat, 31 Maret 2023, En Cuong merupakan pria yang tinggal di Kota Hefei, Provinsi Anhui, China.
Ia dikenal jujur, pekerja keras, dan memiliki pekerjaan tetap.
En Cuong hanya kurang satu wanita yang mau diajak berumah tangga.
Akhirnya ia pun dikenalkan dengan Tieu Manh, wanita yang berusia dua tahun lebih tua darinya.
En Cuong merasa Tieu Manh lebih dewasa dan rasional dari dirinya dalam segala aspek.
Ia pun jatuh cinta dengan wanita tersebut.
Keduanya memutuskan menikah setelah setengah tahun pendekatan.
En Cuong kerja keras demi istri dan anak
Kurang dari sebulan setelah menikah, Tieu Manh mengumumkan dirinya hamil.
En Cuong sangat senang dan gembira.
Untuk menafkahi istri dan calon anaknya, En Cuong memutuskan pergi ke kota untuk bekerja.
Ia pun terpaksa meninggalkan sang istri di rumah.
En Cuong selalu termotivasi untuk bekerja lebih keras ketika mengingat calon anaknya.
Beberapa bulan kemudian, Tieu Manh melahirkan.
Mendengar kabar bahagia itu, En Cuong yang sedang bekerja bergegas kembali ke kampung halamannya.
Ketika En Chong tiba di rumah sakit, Tieu Manh telah melahirkan.

Ia terbaring di ruang pascaoperasi sementara bayinya dimasukkan ke dalam inkubator dan dibawa ke ruang neonatal.
En Chong berpikir bahwa anaknya lahir prematur. Ia menjadi sangat khawatir.
Setelah beberapa waktu, perawat memberi tahu En Chong bahwa bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir cukup bulan, sangat sehat, dan tidak ada masalah.
Mendengar kata-kata tersebut, En Cuong sangat terkejut dan bingung.
Menghitung pada saat hamil, dia yakin istrinya harus melahirkan sebelum waktunya, bagaimana bisa perawat mengatakan bahwa kelahirannya cukup bulan?
Namun, pada saat itu, kebahagiaan memiliki bayi mengalahkan segalanya.
Beberapa hari kemudian, Tieu Manh dan putrinya diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
En Chuong sebenarnya ingin tetap dekat dengan istri dan anaknya.
Namun karena kekurangan uang dan makanan, ia harus kembali ke kota.
Senang dengan tumbuh kembang sang anak
Setiap tahun, menjelang Tahun Baru Imlek, En Cuong bersiap membeli tiket lebih awal untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul kembali dengan keluarga.
Melihat putrinya tumbuh dewasa, dia sangat bahagia.
Setiap kali dia pulang, putrinya berlari keluar untuk menyambutnya dengan gembira, namun sikap Tieu Manh membuatnya merasa aneh.
Sejak melahirkan, Tieu Manh sangat dingin dan acuh tak acuh terhadap suaminya.
Meski begitu, En Cuong tetap berusaha bersimpati dengan istrinya, berpikir karena waktu keduanya hidup terpisah terlalu lama, dia jadi seperti itu.

Awal mula konflik
Semuanya berlanjut hingga tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 merebak, En Cuong tidak dapat bekerja lagi, sehingga memutuskan kembali ke kampung halamannya.
Meskipun penghasilannya sangat sedikit, En Cuong berpikir bahwa ini adalah waktu yang langka untuk bersama keluarganya, jadi dia sangat menghargainya.
Lagi-lagi sikap Tieu Manh sangat bertolak belakang dengan En Cuong.
Kedua orang itu sering bertengkar karena hal-hal kecil.
Yang paling mengejutkan En Cuong adalah ketika Tieu Manh menempelkan kode QR di pintu kamar, memaksa suaminya memindai kode untuk membayar, jika tidak, dia tidak akan diizinkan masuk ke kamar.
Tidak hanya itu, Tieu Manh juga mengungkapkan kekesalan dan keengganannya ketika orang tua suaminya datang menginap.
Ia bertekad untuk mengusir mereka, menggunakan kata-kata kasar untuk membuat keluarga selalu ribut dan tegang.
Ayah En Cuong sakit parah dan tekanan dari menantu perempuannya membuat kondisinya makin menurun.
Ia pun meninggal setelah seminggu menginap di rumah En Chuong.
Kematian sang ayah membuat kesabaran En Chuong habis.
Dia tidak bisa lagi menerima tindakan istrinya.

Status si anak akhirnya terungkap
En Chuong lantas teringat momen putrinya lahir.
Ia mulai khawatir bahwa putrinya yang berusia 10 tahun bukanlah darah dagingnya.
Ia kemudian bertekad untuk menguji DNA putrinya meskipun istrinya keberatan.
Tidak lama kemudian, hasilnya kembali membuat En Cuong sangat terkejut.
Gadis itu memang tidak memiliki hubungan darah dengannya.
Selama 10 tahun terakhir, En Cuong telah membesarkan anak orang lain dan harus sabar menghadapi sikap istrinya.
Ceraikan sang istri
Tepat setelah itu, En Cuong mengajukan gugatan cerai, meminta Tieu Manh untuk membawa putrinya keluar rumah.
Akhirnya, pengadilan menyetujui perceraian En Cuong dari Tieu Manh.
Selain itu, Tieu Manh juga bertanggung jawab untuk memberi kompensasi kepada En Cuong sebesar 80.000 yuan atau sekitar Rp174 juta.
(TribunStyle.com/Febriana)
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com
Baca Berita Lainnya di: Google News
Akhirnya Terungkap Apa Saja Dilakukan Putri Istri Ferdy Sambo di Penjara hingga Hukumannya Dipotong |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Sebab Hukuman Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Dipotong, Ternyata karena Ini |
![]() |
---|
Thaddeus Daniel Pierce, Bayi yang Dilahirkan dari Embrio Berusia 30 Tahun yang Dibekukan |
![]() |
---|
Tak Terima Putrinya Didekati, Seorang Ayah Tikam Pacar Anaknya, Korban Diserang saat Lagi Bikin Ini |
![]() |
---|
PPATK Temukan Banyak Penerima Bansos Miliki Saldo Rekening di Atas Rp 50 Juta: Masih Terima Bantuan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.