Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Wangae Whisky Hadirkan Outlet Resmi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado

Wangae Whisky membuka outletnya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Wangae Whisky membuka outlet di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Kamis (30/03/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wangae Whisky membuka outletnya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Peresmian Wangae Whisky Official Outlet berlangsung Kamis (30/03/2023) siang.

CEO Wangae Whisky, Jimmy Kubertu, GM PT Angkasa Pura I Bandara Samrat Manado; Minggus ET Gandeguai; GM Wangae, Petrus Adam; Kepala Dinas Perindag Kota Manado, Hendrik Warokka meresmikan Outlet Wangae Whisky Bandara Samrat Manado.

Jimmy Kubertu mengatakan, kehadiran outlet itu sebagai wujud dukungan bagi kemajuan pariwisata di Sulawesi Utara.

"Setelah setahun kami display produk ternyata permintaan di bandara cukup bagus," kata Jimmy yang didampingi Petrus Adam dan Marcomm Wangae, Recky Lempoy.

Outlet itu menyediakan produk Wangae Whisky yang notabene merupakan true whisky pertama di Sulawesi Utara.

Di sini penumpang bisa membeli Wangae Whisky dengan botol kemasan 500 ml. Produk ini layak dijadikan oleh-oleh.

Satu orang penumpang bisa membawa dua botol Wangae Whisky ke kabin pesawat. Sementara, untuk masuk bagasi 10 botol (5 liter) per orang.

Produk whisky yang berbahan baku Cap Tikus ini dipasarkan dengan harga Rp 450 ribu per botol. Jika beli dua botol, Wangae diberikan harga khusus Rp 850 ribu.

GM Minggus Gandeguai menyambut positif langkah Wangae Whisky yang membuka outlet di Bandara.

"Ini bagus karena Wangae ini produk lokal yang berkelas dan bisa diunggulkan," kata Minggus.

Kehadiran Wangae Whisky memberikan variasi bagi pengunjung bandara untuk oleh-oleh.

"Ini juga menjadi kebanggaan, orang luar bisa melihat bahwa ada konten lokal premium," katanya.

Wangae Whisky adalah produk whisky pertama di Sulawesi Utara.

Wangae menggunakan Cap Tikus sebagai bahan baku utama.

Jimmy Kubertu mengungkapkan, industri ini memberdayakan ribuan petani Cap Tikus di Sulawesi Utara.

Wangae rata-rata menyerap 20 ribu hingga 50 ribu liter Cap Tikus dari petani di Minsel, Minahasa dan Mitra.

Produksi minuman golongan C--kadar alkohol 38 persen--ini butuh waktu sekitar setahun paling cepat.

"Produksi whisky itu harus melalui proses aging. Untuk Wangae, paling cepat setahun. Jadi produksi sekarang, dijual tahun depan," katanya

Kata Jimmy, ke depan pihaknya memproyeksikan membuka outlet resmi di Bali dan kota-kota potensial lainnya di Indonesia.(ndo)

Baca juga: BREAKING NEWS Sistem Buka Tutup Jalan Trans Sulawesi Sebabkan Macet di Desa Komangan Bolmong

Baca juga: Mulai 5 April, Super Air Jet Layani Rute Manado - Balikpapan PP

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved