Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2023

Berikut Lima Petuah dari Tokoh Sufi Ruwaim bin Ahmad

Dikutip dari kitab Risalah Al Qusyairiyah (Induk Ilmu Tasauf) Ruwaim bin Ahmad wafat pada tahun 303 Hijriah/975 Masehi.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
(artscenegallery.com)
Ilustrasi - Sufi adalah hamba Allah yang berusaha menanggalkan kemewahan duniawi demi mencari ridho Allah. 

Sementara Ubbad adalah orang-orang yang seluruh amal ibadahnya hanya diusahakannya untuk Allah semata-mata.

Orang-orang yang Zuhud dan Ahli Ibadah ini berusaha untuk berpaling dari dunia dan keinginan-keinginan selain Allah, termasuk keinginan untuk menikmati keindahan Surga. 

Di kemudian hari, muncullah istilah baru untuk menyebut tokoh-tokoh yang Zuhud dan Ahli Ibadah ini, istilah tersebut adalah Kaum Sufi.

Sedangkan pemahaman spiritual Islam mereka disebut sebagai Tasauf. 

Mutiara nasehat dari Ruwaim bin Ahmad

1. Di antara hakim yang bijaksana adalah memberikan kelonggaran hukum pada orang lain, mempersulit hukum pada dirinya sendiri.

Memberikan kelonggaran hukum pada orang lain termasuk mengikuti ilmu, dan mempersulit hukurn pada diri
sendiri termasuk kebijakan seorant wara.

2. Abu Abduliah bin Khafif pemah berkata kepada Ruwaim, "Berilah saya wasiat!"

Dia menjawab, "Masalah (tasawuf tidak bisa dicapai kecuali dengan mencurahkan jiwa.

Memasuki tasawuf harus dengan pencurahan jiwa. Jika tidak, janganlah menyelam dalam tasawufmu yang tiada guna."

3. Bergaul dengan segala lapisan manusia membuatmu lebih aman daripada bergaul dengan orang-orang sufi saja. Karena,
kebanyakan orang berperilaku sesuai dengan garis hukum, sedangkan kelompok sufi berperilaku di atas prinsip hakikat.

Orang-orang pada umumnya hanya menuntut zhahirnya syarak, sedangkan para sufi menuntut diri mereka pada hakikat
wara dan menetapi ketulusan.

Barangsiapa yang memasuki dunia mereka dan mengingkari apa yang mereka hakikatkan,
maka Allah akan mencabut cahaya iman dari hatinya.

4. Saya pemah melewati Bagdad pada siang hari yang panas. Ketika itu saya berjalan di beberapa jalan dalam keadaan sangat haus.

Saya mencoba meminta air minum pada salah seorang penghuni rurnah. Kemudian muncullah seorang anak
perempuan kecil membuka pintu rumah dengan membawa sebuah tempat air minum.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved