Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 28 Maret 2023

Bacaan Alkitab - Yohanes 19:1-3 Yesus, Raja yang Disesah

Sejak berdoa di taman Getsemani dan di tangkap, Yesus dibawa ke Mahkama Agama untuk diadili, kemudian di bawa ke Pilatus.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa/https://triaskun.id/ via Wartakotalive
Ponsius Pilatus cuci tangan, melepaskan tanggung jawab akan nasib Yesus 

  Yohanes 19:1-3
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak berdoa di taman Getsemani dan di tangkap, Yesus dibawa ke Mahkamah Agama untuk diadili, kemudian di bawa ke Pilatus. Pilatus kemudian menyuruh dibawa kepada Herodes. Herodes mengembalikan Yesus kepada Pilatus.

Yesus dijadikan bola pimpong. Dari situ dibawa lagi ke Mahkama Agama selanjutnya dipaksa memikul salib-Nya menuju Golgota dengan 14 perhentian yang terkenal dengan Jalan Salib.

Jalan-Nya terseok-seok hingga berulang kali jatuh ke tanah akibat cambukan dan hantaman para prajurit Romawi yang berperawakan kekar.

Lihat Foto Otoritas Israel bersiap untuk menyingkap struktur yang sebelumnya terlarang di dalam benteng-istana Raja Herodes Herodium.
Lihat Foto Otoritas Israel bersiap untuk menyingkap struktur yang sebelumnya terlarang di dalam benteng-istana Raja Herodes Herodium. (MENAHEM KAHANA)

Pilatus berulang kali mengatakan bahwa Yesus tidak bersalah. Baik sebelum pergi kepada Herodes maupun sekembalinya dari Herodes.

Tapi Pilatus tidak berdaya oleh desakan dan hasutan massa yang sudah beringas dan ganas. Pilatus pun mengambil Yesus kemudian menyuruh orang banyak itu menyesah Dia. Yesus Disesah.

Sementara itu, para prajurit menganyam mahkota duri sebagai bentuk penghinaan kepada Yesus dan menaruhnya di kepala-Nya.

Ketika di Istana Pilatus, para prajurit mengenakan jubah ungu sebagai simbol hinaan dan ejekan kepada Yesus sebagai Raja orang Yahudi.

Mereka menganggap Yesus sebagai raja (r huruf kecil) sebagai penghinaan, tapi sesungguhnya Dia adalah Raja (R huruf besar) di atas segala raja yang berkuasa dari kekal sampai kekal.

Pilatus menyuruh Yesus disesah oleh orang banyak. Disesah artinya ditinju, dipukul, dikenai pukulan atau memukulnya dengan barang yang melenting. Juga dapat diartikan menyembat atau menarik dan mengangkat.

Jadi, pukulan, tinju dan berbagai bentuk perlakuan menyakitkan ke arah tubuh Yesus dilakukan bertubi-tubi.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Yohanes 19:4-6 Manusia Yang Tak Bersalah

Penyiksaan awal yang sangat menyakitkan diri-Nya. Sebelum dicambuk dan ditombak dengan sadisnya, Yesus disesah, ditarik, dipukul dan ditinju seenaknya. Tubuh Yesus menjadi sansak hidup. Semua orang bebas memukul, meninju, menarik dan menyiksa Yesus sesuka hatinya.

Sungguh memilukan dan menyakitkan. Sangat sadis. Semua terasa perih. Yesus disesah tanpa ampun, tanpa belas kasihan dan tanpa batas. Siapapun bisa dan bebas menyiksa Yesus tanpa syarat apapun. Yang menyiksa-Nya disoraki sebagai dukungan.

Penyesahaan yang amat sangat menyedihkan, memilukan dan tiada batas. Sungguh suatu penderitaan yang tiada terkatakan perih dan sakitnya.

Penyesahaan kepada Raja di atas segala raja, yang mereka olok-olok. Padahal, Dialah Raja yang sebenarnya dan Dialah Sang Juruselamat dunia, termasuk Juruselamat mereka yang menyiksa-Nya.

Sebagai penguasa Yudea Pilatus seharusnya membebaskan Yesus karena terbukti tidak bersalah. Tapi dia tak berdaya diserbu massa yang terprovokasi. Malah dia menyuruh orang menyesah Yesus untuk meredakan suasana.

Para prajurit menganyam mahkota duri dan mengenakan jubah untuk menghina Yesus. Mereka seolah-olah memuja-Nya padahal menghina.

Muka Yesus ditampar sebagai tanda kebencian pada-Nya. Dia disesah tanpa ampun, tanpa belas kasihan dan tanpa perikemanusiaan sedikitpun. Mereka memerlakukan Yesus seenaknya, sesuka hati mereka.

Demikian firman Tuhan hari ini.
    Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
    Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
    dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya. (ay 1-3)

Yesus diperlakukan bagai teroris dan penjahat kriminalitas kelas kakap. Penyesahan kepada-Nya saja sudah mengerikan, belum lagi prosesi Jalan Salib yang Dia tempuh berkilo meter itu yang memuncak dengan penyaliban di Kayu Salib, dipaku dan ditombak hingga mati mengenaskan dan menyakitkan.

Yesus menjalani proses hidup yang tidak pernah dan tidak mungkin dapat dilakukan oleh manusia biasa lainnya. Dia pasrah dan patuh penuh pada Allah, karena cintanya akan kita yang tiada berhingga. Dia rela menjalani semuanya itu demi kita.

Raja di atas segala raja disesah, untuk keselamatan bahkan kemenangan kita. Semua demi kebaikan kita, Yesus ada di sana dan melewati semua proses kesengsaraan yang tiada batasnya itu.

Karena itu, muliakanlah Yesus, agungkanlah nama-Nya. Karena nama Itu terlalu indah dan terlalu agung.

Periksa hidup kita di Minggu Sengsara ke 5 ini. Sudahkan kita hidup berkenan kepada-Nya? Introspeksi diri dan bertobatlah. Senangkanlah hati-Nya dengan meninggalkan dosa dan menjauhi yang jahat.

Taat dan setialah pada-Nya. Ingatlah penderitaan kita segera digantikan dengan kemenangan, berkat dan kasih karunia melimpah, serta kehidupan kekal bersama-Nya di sorga mulia. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami semakin taat dan setia pada-Mu agar hidup kami semakin erat melekat kepada Tuhan, dan kami menerima segala kasih karunia-Mu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved