Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Baca Markus 14:51-52, Pengikut pun Yesus Ditangkap
Siapapun yang terkait ataupun bersimpati, apalagi berempati dengan penderitaan dan kesengsaraan Yesus, pasti ikut dihukum atau disiksa
TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat Kristen saat ini tengah menghayati masa sengsara Tuhan Yesus Kristus sebelim kematian.
nah apa makna yang terkandung dalam kematian Yesus Kristus.
Renungan Harian Kristen kali ini akan membahas ini kitab Markus 14:51-52.
Baca juga: Renungan Kristen - Yohanes 8:37-47 Komitmen Bukan Status atau Identitas
judul renungan Kristen kali ini Pengikut pun Yesus Ditangkap.
Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, tua-tua Yahudi, penjaga Bait Allah, para prajurit Romawi dan orang banyak yang menangkap Yesus, sudah brutal. Mereka serampangan dan sangat emosional dan tak terkendali. Bukan hanya Yesus yang mereka incar.
Siapapun yang bersama, apalagi membela Yesus, pasti ikut disiksa. Itulah juga yang menyebabkan para murid Yesus tercerai berai. Mereka semua lari meninggalkan Yesus, demi keamanan mereka.
Tak terkecuali Petrus, si pemberani itu. Dia ikut pergi setelah menyangkal mengenal Yesus, demi keamanannya, tetapi juga pada akhirnya, demi pemberitaan Injil Kristus sampai ke ujung bumi, setelah Kristus bangkit dan naik ke sorga.
Baca juga: Renungan Kristen Malam - Maleakhi 4:1-6 Berbahagialah dalam Ketaatanmu
Siapapun yang terkait ataupun bersimpati, apalagi berempati dengan penderitaan dan kesengsaraan Yesus, pasti ikut dihukum atau disiksa. Algojo dan massa tidak ada belas kasihan sedikitpun kepada Yesus maupun yang bersimpati pada-Nya.
Yang menarik, ketika itu, ada seorang muda yang datang dalam kerumunan massa itu dan mendekati Yesus. Dia hanya mengenakan sehelai kain lenan menutupi badannya. Dia terus mengikuti Yesus.
Melihat hal itu, orang-orang spontan mengejarnya dan hendak menangkapnya. Namun dia berlari meninggalkan tempat itu sekaligus melepas kain lenan yang dikenakannya, sehingga dia lari telanjang.
Si pemuda tentu tidak menyangka bahwa demikian brutalnya massa pada waktu itu. Dia yang bermaksud bersimpati bahkan berempati dengan Yesus akhirnya panik dan berlari tanpa sehelai baju pun di tubuhnya. Dia lari ketakutan karena kondisi massa yang sudah membabi buta.
Baca juga: Renungan Kristen - Maleakhi 4:1-6 Berbahagialah dalam Ketaatanmu
Massa mengganas. Yesus tersiksa. Orang yang tak bersalah dihukum. Orang yang hanya bersimpati dan menyatakan rasa prihatin atau sepenanggungan dengan Yesus pun tetap disalahkan dan ditangkap. Iblis benar-benar telah menguasai massa yang sudah beringas itu.
Sungguh suatu pemandangan massa yang tidak terkendali. Semua telah dirasuki iblis. Yesus yang tiada mengenal dosa dihukum sedemikian kejam dan sadisnya. Sampai orang yang hanya datang menjenguk-Nya mesti ditangkap.
Dia diperlakukan dengan biadab dan melampaui batas kemanusiaan. Si anak muda pun lari terbirit-birit. Saking paniknya sampai dia lari dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benangpun di badannya. Sebegitu kejam dan ngerinya situasi ketika itu.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,
tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang. (ay 50-52)
Siapapun tak boleh lagi mendekati Yesus. Apalagi membantu atau menolong-Nya. Bahkan bersimpati apalagi berempati atau sekedar prihatin dengan keadaan-Nya saja tidak boleh. Pasti dikejar dan ditangkap. Seperti seorang anak muda itu yang bermaksud baik tapi dipandang jahat dan dianggap memihak Yesus.
Bayangkan saja, seseorang yang lari dalam keadaan telanjang. Tidak mungkin terjadi dalam situasi biasa-biasa saja. Pasti karena darurat, genting, mengancam dan membahayakan nyawa.
Maka diapun lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri. Sebab kalau tidak, dia akan ditangkap dan dihukum bersama Yesus. Apalagi di Salib itu selain Yesus terdapat juga 2 penjahat lainnya.
Situasi yang mengerikan membuat segalanya jadi tak terkendali lagi. Yesus menjadi musuh bersama. Siapa yang bersimpati apalagi membela, pasti ditangkap dan dihukum. Yesus sangat dibenci. Hati-Nya terluka, tubuh-Nya berlumuran darah. Tak ada satupun di antara massa itu yang berbelas kasihan pada-Nya.
Yesus rela menerima dan menanggung derita yang tiada taranya. Semua Dia lakukan sebagai kesetiaan-Nya pada Kitab Suci dan demi cinta serta kasih sayang-Nya akan kita umat manusia. Dia menerima semua hukuman dan juga disejajarkan dengan penjahat agar kita ditebus dan diselamatkan. Kita juga diberkati-Nya, karena kita sangat dikasihi-Nya.
Sebagai keluarga dan jemaat Kristen, hayatilah penderitaan yang dialami oleh Yesus. Bayangkan betapa kejam dan tanpa kasihan sedikitpun para algojo bahkan massa pada waktu itu bertindak menyiksa diri-Nya. Semua demi cinta-Nya akan kita.
Apa respons kita atas pengorbanan Yesus untuk kita? Masihkah kita menyiksa-Nya lagi, padahal kita telah menerima kasih karunia yang berlimpah ruah? Bukankah kita boleh hidup saat ini, mengerjakan ini dan itu, mendapatkan banyak hal dan boleh bernafas hanya karena kasih karunia-Nya bagi kita?
Maka hiduplah menurut jalan-Nya. Bertobatlah dari segala dosa dan kesalahan. Setia dan taatlah pada-Nya walau harus memikul salib. Ingatlah bahwa keselamatan, berkat melimpah dan kebahagiaan kekal menanti kita yang setia pada-Nya. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-harian-hari-ini-mengenai-Carilah-Tuhan-dan-KekuatanNya-yang-terdapat-dalam-Mazmur-1054.jpg)