BKKBN
Hari Ini Serentak di 33 Provinsi Indonesia, Penyematan Jaket untuk Kakak Asuh Anak Stunting
Kampanye #CukupDuaTelur BKKBN-Tribun Network Sukseskan Program Cegah Stunting di Indonesia
Karena itu kondisi tersebut harus segera dientaskan karena akan menghambat generasi emas Indonesia tahun 2045.
Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya.
Tapi ingat, stunting itu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu stunting.
Data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting sebesar 27,67 persen pada tahun 2019.
Walaupun angka stunting ini menurun, namun angka tersebut masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.
Data Bank Dunia atau World Bank mengatakan angkatan kerja yang pada masa bayinya mengalami stunting mencapai 54 persen.
Artinya, sebanyak 54% angkatan kerja saat ini adalah penyintas stunting.
Hal inilah yang membuat stunting menjadi perhatian serius pemerintah.
Target di 2024, Stunting Turun Jadi 14 Persen
Awal tahun 2021 pemerintah Indonesia menargetkan angka Stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.
Presiden Joko Widodo(Jokowi) menunjuk Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting.
Hasto mengatakan pentingnya menyiapkan kesehatan yang prima sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Ia juga mengkritik kebiasaan masyarakat yang memilih mengeluarkan biaya hingga puluhan juta untuk melakukan prewedding ketimbang memikirkan hal lain yang mendesak yakni prekonsepsi.
“Prakonsepsi itu sangat murah, calon ibu hanya minum asam folat, periksa hb (hemoglobin), minum tablet tambah darah gratis kalau di Puskesmas, biaya untuk persiapannya tidak lebih Rp 20.000.
BKKBN
stunting
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Tribun Network
Hasto Wardoyo
Dudung Abdurachman
Krisdayanti
BKKBN dan Tribun Jabar Gelar Charity Walk and Run 2023, Pesertanya Ratusan Orang |
![]() |
---|
Kampanye Pencegahan Stunting, CEO Tribun Network Dahlan Dahi: Urus Stunting Pekerjaan Mulia |
![]() |
---|
Angka Stunting di Sulawesi Utara Turun, Pekerjaan Rumah Masih Banyak |
![]() |
---|
BKKBN-Tribun Network Sukseskan Program Cegah Stunting di Indonesia, Kampanyekan Tagar CukupDuaTelur |
![]() |
---|
Deputi BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto Kunjungi Kantor Tribun Manado |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.