Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ryo Noor Meninggal

Keluarga Riyo Noor Terima Santunan dari BPJamsostek Sulawesi Utara Rp 222 Juta

Riyo yang tercatat sebagai peserta BPJamsostek mendapat santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK); Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw didampingi Kepala BPJamsostek Cabang Sulut Sunardy Syahid, Pemred Tribun Manado Jumadi Mappanganro dan GM Bisnis Tribun Manado Risdianto Tunandi, menyerahkan santunan peserta Jamsostek kepada istri Riyo Noor, Erfiena Kaawoan, Selasa (13/03/2023). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan santunan kepada ahli waris Riyo Noor, Wartawan Tribun Manado.

Riyo yang tercatat sebagai peserta BPJamsostek mendapat santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK); Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Total santunan yang diberikan, Rp 222.282.487. Rinciannya, JKK Rp 192.712.000; JHT Rp 29.570.487 dan JP Berkala Rp 383.400.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw didampingi Kepala BPJamsostek Sulawesi Utara Sunardy Syahid, Pemred Tribun Manado Jumadi Mappanganro dan GM Bisnis Tribun Manado Risdianto Tunandi, menyerahkan santunan kepada istri Riyo, Erfiena Kaawoan di sela ibadah pemakaman di Wasian, Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Selasa (13/03/2023).

Wagub Steven Kandouw mengungkapkan, santunan itu diberikan sebagai wujud perlindungan kepada peserta.

"Semoga bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," jelasnya.

Kepala BPJamsostek Sulawesi Utara Sunardy Syahid mengatakan, pihaknya turut berbela sungkawa atas peristiwa yang dialami almarhum Riyo Noor.

"Santunan ini memang belum bisa mengganti kehadiran dari almarhum tapi semoga ini bisa bermanfaat untuk menyambung kehidupan keluarga ahli waris," katanya.

Katanya, dengan kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada perusahan-perusahan media untuk dapat mendaftarkan seluruh pekerjanya di BPJamsostek.

"Sebab setiap profesi dan pekerjaan punya risiko. Khususnya risiko tinggi bagi para jurnalis ketika turun meliput di lapangan," jelas Sunardy. (ndo)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved