Rumah Kopi Manado
2 Rumah Kopi di Manado Bergaya Vintage, Paling Recommended untuk Anak Senja
Bagi anda Anak Senja yang suka dengan romantisme aesthetic, di Kota Manado ada dua rumah kopi yang paling direkomendasikan buat anda.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Menghabiskan waktu dengan nongkrong bersama teman atau pacar di rumah kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda Manado, Sulawesi Utara, masa kini.
Tak heran, banyak rumah kopi bermunculan di Kota Manado.
Nah bagi anda Anak Senja yang suka dengan romantisme aesthetic, di Kota Manado ada dua rumah kopi yang paling direkomendasikan buat anda.
Rumah kopi ini tampilannya vintage, sangat cocok dengan jiwa seni anda.
Berikut 2 rumah kopi di Manado yang berga vintage:
1. Moro Coffee

Rumah kopi ini berada Kelurahan Wawonasa, Kecamatan Singkil.
Baru setahun berdiri, namun rumah kopi ini ramai dikunjungi.
Yang datang ke sini umumnya anak muda.
Tidak sulit menemukan lokasi rumah kopi Moro, setelah melewati Jembatan Mahakam, langsung saja belok kiri ke Jalan Pangeran Hidayat.
Lurus terus, sebelah kanan sebelum Kantor Lurah, anda akan melihat sebuah bangunan tua bergaya vintage.
Di depan bangunan itu ada gerobak angkringan. Itulah rumah kopi Moro.
Saat anda masuk ke dalam suasana vintage langsung terasa.
Ada lima spot disiapkan untuk ngopi di rumah kopi Moro. Indoor dan outdoor.
Empat spot ada di bagian dalam rumah, satu spot di outdoor.
Untuk spot indoor para pengunjung bisa ngopi santai di dalam rumah.
Suasana rumah ditata dengan dekorasi bergaya vintage.
Beragam barang-barang unik seperti Saxophone nampak dipajang di rak buku.
Pengunjung bisa memanfaatkan ruang tamu, ruang tengah, dan dua kamar yang disulap seperti tampilan ruang diskusi, spot yang cocok dipakai untuk diskusi sambil menyesap kopi.
Di setiap ruangan terdapat buku-buku yang boleh dibaca pengunjung.
Juga terdapat banyak tanaman-tanaman hias yang digantung di dinding.
Di spot outdoor, dihiasi dengan sejumlah bunga beragam ukuran.
Rumah kopi Moro ini menyediakan beragam menu makanan dan minuman.
Uniknya ada beberapa minuman yang diberi nama puitis.
Seperti Istiraha, Selingan, Nabastala dan Jingga.
Berikut daftar menu di rumah kopi Moro:
Manual Brew
Kopi hitam Rp 15 ribu
Kopi susu Rp 15 ribu
Sigtanure
Moro lagi Rp 25 ribu
Mojok Rp 25 ribu
Istirahat Rp 26 ribu
Selingan Rp 27 ribu
Nabastala Rp 27 ribu
Jingga Rp 27 ribu.
Based Espreso
Americano Rp 19 ribu
Caffelatte Rp 23 ribu
Vanilla Latte Rp 23 ribu
Hazelnut Latte Rp 23 ribu
Cappucino Rp 23 ribu
Mochacino Rp 25 ribu.
Non Cofee
Cokelat Rp 23 ribu
Matcha Rp 23 ribu
Redvelvet Rp 23 ribu
Taro Rp 23 ribu
Lychee tea Rp 22 ribu
Thai Tea Rp 23 ribu
Avocado Rp 23 ribu
Air mineral Rp 5 ribu
Additional
Espresso Rp 5 ribu
Syrup Flavour Rp 5 ribu
Ice cream Rp 3 ribu
Cemilan
Kentagn goreng Rp 15 ribu
Bakso bakar Rp 15 ribu
Puding apung Rp 15/19 ribu
Puding regal Rp 28 ribu
Makanan
Ayam lalapan Rp 25 ribu
Sate Rp 18 ribu
Soto ayam Rp 17 ribu
Nasi goreng Rp 17 ribu
Soto ayam Rp 17 ribu.
2. Kopi Bungkoez

Gaya retro dan vintage menyatu di Kedai Kopi Bungkoez.
Lokasi Kedai Kopi ini berada di Jalan WR Supratman, Komo Dalam, Kecamatan Wenang Kota Manado.
Memasuki kedai, beragam ornamen bertema retro dan vintage nampak menghiasi setiap sudut dinding.
Ada majalah-majalah era tahun 1960-an. Ada pula gambar dan foto- foto jadul.
Pemilihan tone warna semakin menambah kesan retro rumah kopi ini.
Anda juga bisa menemukan beberapa tanaman hias yang terpajang di beberapa sudut kedai.
Owner kedai kopi Bungkoez, Firman Daud membeber kisah awal bagaimana sampai kedai kopinya ini begitu kental dengan gaya retro dan vintage.
Lelaki kelahiran Biak, Papua ini menuturkan, sebelum difungsikan sebagai kedai kopi, bangunan ini memang adalah bangunan tua.
"Ini rumah milik seorang bapak berdarah Tionghoa Manado. Dibangun pada tahun 1952," tutur dia.
Karena bangunan tua, maka muncullah ide Firman untuk memoles bangunan ini menjadi rumah kopi bergaya retro dan vintage.
"Sebenarnya sih saya mengikuti alur saja. Kalau saya sih sebenarnya maunya konsep yang modern. Tapi karena low budget dan ini juga rumah tua, tinggal saya modifikasi sedikit saja," ujar Firman.
Beruntung bagi Firman, di rumah ini sudah ada barang-barang jadul yang ditinggalkan. Jadinya dia bisa langsung memanfaatkan barang-barang tersebut sebagai hiasan dan dekorasi untuk kedai kopinya.
"Misalnya seperti majalah times. Ini ori tahun 60-an dan ini masih bagus, dan bisa dibaca," tutur dia.
Ada tiga spot yang disiapkan untuk ngopi di kedai kopi Bungkoez. Spot pertama dan kedua indoor, spot ketiga outdoor.
Di spot pertama, pengunjung akan dimanjakan dengan nuansa klasik yang kental.
Beragam barang-barang jadul dari kamera, radio hingga pemutar musik ada di ruangan ini.
Bagi Anda yang ingin menyesap kopi sambil membaca buku, ruangan ini sangat cocok. Ada banyak buku dari beragam genre tersedia di sini.
Di spot yang kedua, anda bisa menikmati kopi sembari melihat bagaimana aktivitas barista meracik kopi pesanan anda.
Yang terakhir spot outdoor. Di sini anda bisa melihat langsung pertunjukan musik akustik yang disajikan kedai kopi Bungkoez.
Bagi Anda yang menyukai suasana sore. Sport outdoor cocok buat anda.
Untuk menunya, kedai ini menawarkan beragam varian menu minuman dan makanan.
Bagi Tribunners yang suka dengan makanan pedas, Tribunners bisa mencoba makanan ayam injak.
Selain ayam injak, Tribunners juga bisa mencoba minuman kopi Bungkoez dan Kocoa.
Kopi Bungkoez merupakan campuran kopi, susu dengan gula aren.
Sedangkan minuman Kocoa merupakan perpaduan antara espresso dan gula aren.
Selain namanya yang unik, ketika Tribunners meminum minuman Kocoa ini memiliki rasa yang creamy.
Menu makanan lainnya yang bisa tribunners coba adalah nasi goreng, mie goreng, banana roll, chicken wings.
Dengan harga Rp 15 ribu, Tribunners sudah bisa mencicipi menu enak di Bungkoes Coffee Shop Manado ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.