RHK Minggu 12 Maret 2023
Firman Tuhan - Lukas 22:24 Bertengkar Soal Kedudukan
Sebagai Tuhan Sejati, Yesus juga adalah Manusia Sejati. Dalam kemanusiaan-Nya, Dia harus melewati tantangan, penderitaan
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Lukas 22:24
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagai Tuhan Sejati, Yesus juga adalah Manusia Sejati. Dalam kemanusiaan-Nya, Dia harus melewati tantangan, penderitaan, dikhianati, difitnah, disiksa, hingga dikorbankan dan mati tersalib.
Sebagai Manusia, Dia harus menjalani semua rencana penyelamatan Allah untuk umat manusia. Terutama menghadapi proses jalan sengsara atau jalan salib, menuju kematian, yang berlanjut pada kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga.
Hal ini diawali dengan rencana jahat membunuh Yesus karena kebencian, iri hati, dengki, keserakahan dan kerakusan. Yang lebih menyakitkan lagi adalah adanya pengkhianatan oleh orang dekat, yang hanya demi mamon (uang) rela menjual Yesus. Dialah Yudas, bendahara Yesus yang sudah dikuasai iblis.
Saat makan Paskah, rencana jahat membunuh Yesus itu diawali. Yudas berkolusi dengan imam kepala dan para tua-tua yang memang mendengki Yesus. Mereka menjebak untuk menangkap dan membunuh Yesus. Usai makan Paskah bersama para murid-Nya, Yesus menjelaskan bahwa Dia akan diserahkan untuk disiksa hingga dibunuh. Dia harus melewati jalan sengsara yang mengerikan itu.
Ironinya, selesai perjamuan Paskah dan Yesus menceritakan bahwa Dia akan segera disiksa, para murid-Nya justeru terjebak pada ambisi mendapatkan kedudukan dan kebesaran dalam kemuliaan Yesus. Mereka berdebat bahkan bertengkar dengan saling mengklaim sebagai yang terbesar di antara mereka.
Sebagai murid-murid Yesus, mereka semua merasa paling dekat dengan Yesus. Karena itu mereka saling mengklaim diri sebagai yang paling besar dan paling pantas mendapatkan posisi yang lebih baik dari yang lain.
Masing-masing berambisi mendapatkan kedudukan yang lebih baik dari yang lain. Tidak ada yang mengalah. Semuanya sama-sama "ngotot" merasa diri paling pantas.
Mereka saling memersoalkan bahkan bertengkar untuk kedudukan dan kebesarannya. Yang satu memersoalkan yang lain, dan membenarkan dirinya sebagai yang terbesar dan paling layak.
Padahal, Yesus baru saja menjelaskan bahwa Dia akan menderita sengsara. Harusnya, mereka berempati kepada Yesus yang akan menderita, justeru sebaliknya. Mereka lebih mementingkan keinginan serta ambisi menduduki posisi terbesar.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka." (ay 24)_
Apa yang Yesus katakan dan rasakan serta harapkan, tidak nyambung dengan apa yang dilakukan oleh para murid-Nya. Yesus sedang memersiapkan diri menghadapi kesengsaraan dan memerlengkapi murid-Nya menghadapi situasi sulit itu, tapi respons mereka (para murid) justeru sebaliknya.
Mereka malah memikirkan diri sendiri. Mereka saling memerebutkan posisi dan kedudukan.
Ambisi akan kehormatan dan jabatan, telah menyesatkan pemahaman mereka dengan bertindak sembrono dan tidak pantas.
Harusnya mereka berempati dengan keadaan Yesus dan melakukan sesuatu untuk memerlengkapi diri, bukan sebaliknya mencari keuntungan untuk diri sendiri. Mereka memertontonkan prilaku hidup yang tidak sesuai dengan yang Yesus harapkan.
Keinginan dan kepentingan duniawi menguasai para murid Yesus. Prilaku seperti ini sering juga menguasai hidup kita. Terkadang kita sulit mengendalikan diri terhadap hawa nafsu dunia.
Kita menjadi ambisius dan serakah dengan jabatan dan cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Keinginan daging sering menguasai bahkan membelokkan keinginan baik kita dalam melakukan kehendak Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bacaan-alkitab-minggu-14-agustus-2022-kisah-para-rasul-1710-11-meresponi-firman-tuhan-dengan-baik.jpg)