Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

WhatsApp

Viral Bahaya Menggunakan WhatsApp GB yang Dapat Curi Data Pengguna, Pakar Siber Angkat Suara

Ini tanggapan pakar siber mengenal unggahan di TikTok yang menyebutkan bahaya penggunaan WhatsApp GB.

Editor: Erlina Langi
Kaspersky
Illustrasi WhatsApp GB 

Salah satu bahaya WhatsApp GB adalah chat tidak dienkripsi, sehingga para pemakai dapat terkena serangan dari berbagai pihak ketiga yang dapat mengakses obrolan dan informasi pribadi.

"Dengan tidak adanya enkripsi end-to-end pada aplikasi ini, maka tidak hanya aplikasi ini berbahaya secara internal saja. Akan tetapi siapa pun tidak ada yang mengetahui bahwa developer dari pihak ketiga dapat mengambil dan memanen data pemakai WhatsApp GB," jelasnya.

Baca juga: 4 Modus Penipuan Lewat WhatsApp, Mulai dari Undangan Digital Palsu Hingga Modus Berkedok Kurir Paket

Data pengguna WhatsApp GB bisa dicuri

Senada, praktisi keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya turut menjelaskan bahwa WhatsApp GB adalah aplikasi yang dapat melakukan porting, di mana semua komunikasi yang dilakukan di WhatsApp akan dialirkan melalui sistem WhatsApp GB.

Porting aplikasi memungkinkan program untuk berjalan dengan sistem operasi yang berbeda dari program yang dirancang.

Sehingga secara teknis semua komunikasi melalui WhatsApp GB bisa diketahui oleh pengelola aplikasi ini.

"Jadi dengan WhatsApp GB ini, data apapun yang diketikkan atau dikirimkan melalui WhatsApp GB akan diketahui oleh pengelola aplikasi tersebut," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/3/2023).

Alfons juga menyampaikan, jika ada data atau informasi yang sifatnya sensitif, maka akan diketahui dan disimpan di server WhatsApp GB.

Semua data, mulai dari kontak di WhatsApp dan kontak di grup WhatsApp yang digunakan oleh pengguna juga akan diketahui.

Selain itu, aktivitas login, lokasi, dan informasi lainnya seperti waktu login juga bisa diketahui.

Seorang pengguna WhatsApp GB akan dapat diprofiling melalui grup yang diikutinya, waktu login atau waktu aktif, dan lokasi login. Dengan informasi ini, jika ingin melancarkan serangan rekayasa sosial, tentu akan mudah sekali.

"Kalau dalam chatnya pengguna memberikan informasi atau mengirimkan foto yang sifatnya pribadi maka informasi ini akan bocor," jelasnya.

Untuk itu, Alfons mengimbau agar masyarakat tidak menginstal aplikasi dari luar Play Store dan hindari semua aplikasi yang melakukan porting ke aplikasi populer seperti WhatsApp GB.

"Pada prinsipnya aplikasi-aplikasi seperti ini memiliki akses terhadap semua komunikasi yang kita lakukan dan sangat berpotensi disalahgunakan," tambahnya.

(*)

Baca Berita Tribun Manado Lainnya DI SINI

Baca Berita Lainnya di Google News

Telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved