Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BMKG Manado

BMKG: Sulawesi Utara Berada di Wilayah Rawan Gempa Bumi

BMKG Stasiun Geofisika Manado menjelaskan bahwa Sulawesi Utara berada di wilayah yang rawan gempa bumi.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
HO
Peta Sulawesi Utara - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara menjelaskan, Sulut berada di wilayah yang rawan gempa bumi. 

Manado, TRIBUNMNANADO.CO.ID - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara menjelaskan, Sulut berada di wilayah yang rawan gempa bumi.

Hal tersebut dijelaskan Edward Henrry Mengko Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, pada Kamis (2/3/2023). 

Menurutnya, setiap hari terjadi di wilayah gempa bumi, namun tidak semua gempa guncangannya dirasakan oleh manusia.

"Situasi tatanan geo-tektonik di wilayah ini yang diapit oleh beberapa lempeng tektonik dan dilewati oleh beberapa patahan (sesar), menyebabkan tingginya aktivitas kegempaan di Sulawesi Utara," ujar Edward Henrry Mengko.

Lanjutnya penelitian tentang prediksi gempa bumi terus berkembang, dan sampai saat ini belum ada ilmuan yang berhasil dengan sukses memprediksi kejadian gempa bumi, tanggal kejadiannya, waktu, dan lokasi tepatnya.

"Kami di BMKG juga melakukan penelitian tentang bagaimana mengembangkan prediksi gempa bumi ini.

Tapi akurasi kajian kegempaan ini masih belum bisa mencapai hasil yang memuaskan dan belum dapat dipertanggungjawabkan, dan saat ini perkembangannya masih terus berupa kajian," jelas Edward Henrry Mengko.

Edward Henrry Mengko menjelaskan, hal yang dialami oleh banyak peneliti dalam bidang prediksi gempa bumi.

Sampai dengan saat ini belum ada artikel ilmiah yang terbit dengan tingkat akurasi prediksi kejadian gempa bumi yang dapat diadopsi untuk hasilnya dapat digunakan secara resmi.

"Mengenai video beredar yang menyebutkan ada ilmuan dari luar Indonesia yang menyatakan bahwa gempa bumi akan terjadi di Sulawesi Utara di sekitar tanggal 6 Maret 2023," jelas Edward Henrry Mengko.

Edward menjelaskan di suatu wilayah yang karena tatanan tektoniknya, yang seperti di Sulawesi Utara, memiliki aktivitas kegempaan yang tinggi, kemudian dikatakan akan terjadi gempa, hal ini tidak sepenuhnya salah. 

"Dalam pengertian bahwa, seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa gempa bumi terjadi setiap hari di wilayah kita, tapi tidak semua gempa ini dirasakan guncangannya," jelas  Edward Henrry Mengko.

Menurutnya Gempa bumi dengan kekuatan besar yang pernah terjadi, dapat terjadi kembali jika akumulasi atau penumpukan energinya sudah melebihi kekuatan kemampuan kekuatan batuan di sekitarnya.

"Pada intinya adalah belum ada hasil penelitian ilmiah mengenai prediksi gempa bumi yang sudah dapat diadopsi untuk dapat digunakan secara resmi.

Gempa bumi belum dapat prediksi dengan tepat di mana lokasi, tanggal, waktu, dan kekuatan magnitudo, serta tingkat intensitas guncangannya," jelas Edward Henrry Mengko.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved