Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Tak Kunjung Usai, 90 Ribuan WNA Rusia dan Ukraina Pilih Ngungsi ke Bali yang Dianggap Aman

Perang membuat WNA Rusia dan Ukraina melakukan kunjungan ke Bali. Bahkan hingga Januari 2023 tercatat ada 90.833 orang dari Rusia dan Ukraina.

Editor: Tirza Ponto
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf didampingi Wagub Bali bersama wisman yang tiba di awal tahun 2023 melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali - Perang yang terjadi membuat WNA Rusia dan Ukraina melakukan kunjungan ke Bali. Bahkan hingga Januari 2023 tercatat ada 90.833 orang dari Rusia dan Ukraina. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perang Rusia dan Ukraina membawa dampak bagi Indonesia khususnya Bali.

Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Selasa (28/2/2023) telah memasuki 370 hari.

Perang yang tak kunjung selesai tersebut membuat sejumlah warga Rusia dan Ukraina meninggalkan negaranya.

Salah satu tempat tujuan sejumlah warga Rusia dan Ukraina tersebut adalah Bali, Indonesia.

Kedatangan WNA melalui Bandara terus meningkat, imigrasi Ngurah Rai siapkan 36 perangkat tambahan.
Kedatangan WNA melalui Bandara terus meningkat, imigrasi Ngurah Rai siapkan 36 perangkat tambahan. (Istimewa/Humas Kanim Ngurah Rai)

Kunjungan WNA asal Rusia dan Ukraina meningkat ke Bali usai Perang Rusia dan Ukraina.

Di tahun 2022, WNA Rusia yang berkunjung ke Bali sebanyak 58.031 orang.

Sedangkan data terbaru di bulan Januari 2023 kembali alami peningkatan yakni sebanyak 22.703 orang.

Sementara untuk WNA Ukraina pada Tahun 2022 yang berkunjung ke Bali sebanyak 7.466 orang dan pada Januari 2023 sebanyak 2.633 orang.

Setelah ditotal secara keseluhuran, jumlah WNA Rusia dan Ukraina yang sudah ke Bali sejak Tahun 2022 sampai Januari 2023 ini sebanyak 90.833 orang.

Data tersebut didapatkan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan memang sejak Bali dinyatakan dibuka untuk Internasional, Bali dinyatakan sebagai tempat yang aman dan damai baik untuk berwisata, bekerja maupun untuk tinggal.

“Bali dianggap tempat yang aman dari Covid-19, karena penerapan protokol kesehatan di fasilitas pariwisata maupun tempat umum, penerapan vaksinasi, masyarakatnya yang disiplin dan sebagainya,” ungkapnya pada, Kamis 23 Februari 2023.

Terlebih, kata Cok masyarakat Bali sangat ramah, bertoleransi tinggi dan menghornati pendatang khususnya wisatawan. Dan menurutnya hal ini juga menjadi faktor wisman menilai Bali menjadi tempat yang sangat aman dan damai.

“Jadi bagi masyarakat internasional menganggap Bali tempat yang sangat damai dan aman,” tutupnya.

Baca juga: Pantas 8 Pengrajin Gorontalo Dibawa ke Bali, Ternyata BI Kepincut Kerajinan Tangan Ini

Warga Rusia Kabur Menghindari Dikirim ke Medan Perang

Ribuan warga Rusia dilaporkan kabur ke Thailand dan Bali (Indonesia) untuk menghindari dikirim ke medan perang Ukraina.

Banyak warga Rusia menjadikan Asia Tenggara sebagai pelarian mereka untuk menghindari mobilisasi parsial yang diumumkan Putin untuk memperkuat invasi mereka ke Ukraina.

Thailand pun menjadi salah satu tujuan utama para warga Rusia tersebut, termasuk Bali.

Dikutip dari Voice of America, Sabtu (25/2/2023), sejak Thailand kembali membuka perbatasan dan mencabut pembatasan Covid-19 di Oktober, warga Rusia terus berdatangan.

Berdasarkan data Pemerintah Rusia, mereka pun menjadi pendatang ketiga terbesar di Thailand setelah perbatasan dibuka.

Jumlah tersebut diyakini akan semakin besar mengingat ribuan warga Rusia saat ini mulai mencari rumah baru.

Ketakutan akan masalah ekonomi di Rusia serta wajib militer karena perang di Ukraina jadi alasannya.

Thailand sendiri telah lama menjadi destinasi popular bagi turis Rusia.

Thailand dan Rusia merupakan salah satu partner perdagangan yang cukup dekat, dan pada 2019, Rusia merupakan pasar turisme terbesar ketujuh untuk Thailand.

Thailand juga tak mengikuti imbauan negara-negara Barat untuk melarang tamu asing dari Rusia.

Hal itu pun menjadi keuntungan warga Rusia yang ingin kabur dari negaranya untuk menghindari dikirim perang ke Ukraina.

Turis Rusia di Thailand
Turis Rusia di Thailand (The Pattaya News)

Berdasarkan data dari Kementerian Olahraga dan Turisme Thailand warga Rusia yang tiba di Thailand pada Oktobner, November dan Desember mencapai lebih dari 331.000 orang.

Banyak dari mereka yang datang telah berinvestasi, membeli properti atau menyewa penginapan jangka panjang di Thailand.

Amin Ettayeb seorang manajer penjualan dari InDreamsPhuket di Moskow, mengungkapkan kondisi banyaknya warga Rusia yang ke Thailand.

“Lebih dari 90 persen (klien) adalah warga Rusia. Pada November, yang merupakan puncak dari orang yang datang, mereka membeli apa saja,” katanya.

Agen perumahan milik keluarga telah mengalami peningkatan pembelian 10 persen sejak November.

Ettayeb mengatakan bahwa untuk pasar persewaan, vila yang dulu berharga kurang dari 9.000 dolar AS atau setara Rp137 juta per bulan, sekarang menjadi lebih dari 28.000 dolar AS (Rp427 juta).

“Penyewaan saat ini begitu kacau. Vila yang biasanya 300.000 baht per bulan, tiba-tiba saja menjadi 1 juta baht per bulan, tapi banyak orang yang mengambilnya,” katanya.

Meski uang tak menjadi masalah untuk sebagian orang, Ettayeb mengatakan tak semua kliennya tinggal lama di Thailand.

“Tak banyak dari mereka yang pergi secara pemanen dari Rusia, mereka hanya memastikan mereka tak akan pergi perang,” tuturnya.

“Saat semua kembali normal, mereka pasti akan kembali,” ujarnya. (*)

(Tribunnews.com) (Tribun-Bali.com/Ni Luh Putu Wahyuni Sari)

Baca juga: Apa Itu Pasar Tematik? Hanya Ada di Manado Sulawesi Utara dan Bali, Khusus Untuk Daerah Wisata

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com Tribun-Bali.com

Baca Berita Lainnya : Google News

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved