Renungan Harian
Renungan Harian, 1 Yohanes 5:14, Jawaban Tuhan yang Tak Terduga
Renungan harian hari ini mengenai jawaban Tuhan yang tak terduga yang terdapat dalam 1 Yohanes 5:14.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian hari ini mengenai jawaban Tuhan yang tak terduga yang terdapat dalam 1 Yohanes 5:14,
"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya."
Tribunners,
Alkitab banyak menunjukkan janji-janji Allah tentang bagaimana Ia menjawab doa dan seruan umatNya. Beberapa janjiNya yang tidak asing bagi kita antara lain: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7); Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11); Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22).
Janji-janji tersebut sungguh menakjubkan, menyeluruh, dan mulia bagi kita; bahkan membuat sukacita kita menjadi penuh (Yohanes 16:24).
Namun demikian, kita harus pahami bahwa tidak semua yang kita minta akan dikabulkan Tuhan. Sebab ada nilai-nilai atau kriteria yang harus terpenuhi.
Dalam ayat pokok hari ini, nilai yang ditekankan adalah “menurut kehendakNya”. Jadi, selama yang kita minta sesuai dengan kehendakNya, maka jawabanNya pasti terlaksana.
Bandingkan dengan Yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Jadi, saat yang kita minta bersifat kedagingan, tentu Tuhan tidak kabulkan.
Tuhan mempunyai hak penuh dalam menjawab doa umat-umatNya. Ia sanggup menjawab dengan cepat, tiba-tiba, bahkan dalam sekejap mata.
Tetapi seringkali, Ia menjawabnya dengan cara yang tak terduga. Sesungguhnya karena Tuhan sangat mengasihi kita, Ia sangat senang menjawab permohonan kita. Namun terkadang, kita tidak mengenal keadaan diri kita sendiri dengan baik; apakah masih ada dosa terselubung sehingga menghambat permintaan kita, atau ada nilai-nilai tertentu yang dituntut dari kita supaya kita layak menerima apa yang kita minta.
Kegagalan dalam mengenal keadaan diri kita sendiri inilah, yang membuat kita berpikir yang bukan-bukan ketika jawaban doa belum kita alami. Imajinasi pikiran kita mulai menjadi liar dan tak terarah , sehingga kita mudah kecewa, tidak sabar, dan parahnya adalah menyalahkan Tuhan.
Oleh karena itu, kita sering tidak siap untuk jawaban tak terduga yang kita terima dari Tuhan. Jawaban tak terduga itu seringkali tidak terlihat seperti jawaban pada awalnya. Bahkan, jawaban tak terduga itu terlihat seperti: masalah, kesulitan, kehilangan, kekecewaan, penderitaan, konflik, kesedihan, dan keegoisan yang meningkat.
Semuanya itu menyebabkan pergulatan jiwa yang mendalam, mengungkap keraguan dan ketakutan. Jadi, itu tidak seperti yang kita harapkan atau tidak sesuai dengan doa-doa kita.
Sebagai contoh, ketika seorang percaya berdoa meminta kesembuhan dan pemulihan kesehatannya; tetapi ia tidak menjaga pola makan dan mengabaikan untuk beristirahat dengan cukup; maka jawaban Allah yang datang kepadanya bukanlah mujizat kesembuhan yang seketika, seperti yang diharapkan dalam doanya (walaupun sesungguhnya Allah mampu melakukannya).
Tetapi yang datang kepadanya adalah jawaban tak terduga yang nampak seperti masalah baru bagi dirinya, ia diijinkan Allah drop dan tidak sadarkan diri. Akhirnya harus dibawa dan dirawat di rumah sakit untuk jangka waktu tertentu dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-minggu7-agustus-2022-keyakinan-dalam-masa-penantian.jpg)