Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Kamis 16 Februari 2023

Bacaan Alkitab - Lukas 6:40 Guru dan Murid yang Baik

Ada pepatah tua berbunyi: _"Guru kencing berdiri, murid kencing berlari."_ Hal ini menggambarkan tentang

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

  Lukas 6:40
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada pepatah tua berbunyi: _"Guru kencing berdiri, murid kencing berlari."_ Hal ini menggambarkan tentang bagaimana pengaruhnya didikan seorang guru yang sangat signifikan kepada muridnya. Apa yang diajarkan akan tertanam dalam hati, batin, pikiran perasaan dan perbuatan bahkan menjadi karakter dan kepribadian si murid.

Tetapi orang zaman now mengatakan, itu dulu. Sekarang sudah berbeda, sesuai zaman dan peradabannya. Peribahasa tersebut bisa terbalik menjadi: _"guru kencing berdiri, (maaf) murid kencingin guru."_ Ini karena terdapat fakta yang nyata bahwa kalau di zaman dulu, murid sangat hormat dan patuh pada gurunya. Sampai-sampai bertemu atau bertatapan pun segan dan enggan. Tapi sekarang, sepertinya tidak lagi. Guru hanya di kelas saja.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Sedangkan di luar kelas, kata orang Jakarta, _"siapa lu, siapa gue."_ Dicuekin.

Memang tidak semua murid begitu. Ada juga yang tetap menjaga tatakrama, sopan santun dan etika hubungan antara murid dan guru. Terutama terjadi pada mereka yang tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual (IQ), tapi juga kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Jadi kecerdasan akhlak, etika dan moralitas hidup juga menjadi hal yang turut diajarkan dan ditransfer dalam proses pendidikan seorang guru kepada muridnya di zaman now.

Dalam posisi ini, guru memang memegang peran yang sangat penting bagi muridnya. Sebab guru tidak hanya berperan sebagai pengajar (ilmu), tapi juga sebagai pendidik (nilai kehidupan). Dalam hubungan guru dengan murid, guru menjadi "superior" karena ilmu yang dia miliki, sedangkan murid menjadi "inverior" atau "sub ordinat" (di bawah), karena keterbatasan dan kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tata nilai hidup yang dia inginkan dari sang guru.

Itulah yang Tuhan Yesus maksudkan dalam pengajaran kepada murid-murid-Nya serta orang banyak. Tuhan Yesus menegaskan bahwa selama seseorang menjadi murid, dia tidaklah lebih dari gurunya. Bahkan sama pun tidak. Karena selain guru lebih berpengalaman, guru telah lebih dulu belajar, mengerti, memahami dan menguasai tentang ilmu yang dia ajarkan. Maka posisi guru menjadi "superior." Karena dia lebih dari muridnya.

Akan tetapi apakah murid selamanya menjadi inverior dari gurunya? Tidak juga. Sebab selanjutnya Tuhan Yesus menjelaskan bahwa ketika si murid sudah tamat belajarnya, dia memahami dan menguasai semua yang diajarkan gurunya, maka dia akan menjadi sama dengan gurunya. Tetapi, selama dia masih menjadi murid, selama itu juga dia tidak lebih dari gurunya.

Artinya selama si murid belum selesai belajar dan masih tetap murid, maka dia tetaplah di bawah gurunya, hingga dia benar-benar telah menamatkan pelajaran ataupun proses belajarnya.

Baca juga: BACAAN ALKITAB HARI INI - Lukas 6:46-49 Berseru dan Melakukan Kehendak-Nya

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Yohanes 15:7 Minta Saja Pada Yesus, Pasti Diberi

Demikian firman Tuhan hari ini.

  "Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya."* (ay 40)_

Guru yang dimaksudkan Tuhan Yesus di sini adalah guru yang baik. Guru yang baik, mengajarkan semua ilmunya kepada muridnya. Tidak ada yang disimpan atau dirahasiakan atau tidak diajarkannya. Sehingga, muridnya dapat menguasai semua pengajaran dan didikannya dengan baik.

Tidak seperti guru dalam cerita silat, kungfu serta kisah-kisah guru di tempat lain yang menyembunyikan kunci-kunci rahasia ilmu karena takut kelak dikalahkan orang lain, termasuk oleh muridnya sendiri. Jadi tidak menganggap muridnya sebagai saingannya kelak sehingga harus dibatasi ilmunya. Tapi semua yang dia tahu, dia ajarkan kepada muridnya.

Guru yang baik pasti mengajarkan segala ilmunya, semuanya diberikannya kepada muridnya. Sebab, guru yang baik pasti bangga jika muridnya berhasil bahkan lebih dari dia. Bukan takut tersaingi atau dikalahkan muridnya, sehingga menyimpan kunci rahasia ilmunya. Justeru karena itu dia akan sangat dihargai dan dihormati serta dibanggakan oleh muridnya. Karena muridnya pasti mengenang _"legacy"_ (warisan) nilai kehidupan yang diberikan gurunya.

Sahabat Kristus, kita juga adalah guru sekaligus murid. Kita bertugas mengajar dan mendidik diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita tentang kebaikan, kebenaran yakni tentang nilai kehidupan yang diwariskan oleh Tuhan Yesus, Sang Mahaguru agung, di mana kita adalah murid-Nya. Teruskanlah segala pengajaran dan teladan-Nya kepada semua orang, dimulai dari dalam diri kita sendiri, anggota keluarga, tetangga dan semua orang.

Jadilah murid yang baik dan guru teladan. Didiklah semua orang dalam keteladanan hidup yang berpadanan dengan pengajaran dan teladan serta kehendak Sang Mahaguru Agung kita. Niscaya semua orang yang melihat kita, akan memuliakan Tuhan Yesus. Amin

DOA: Tuhan Yesus, pakailah kami sebagai guru sekaligus murid yang baik, yang terus setia melakukan didikan dan teladan Tuhan dalam hidup kami. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved