Manado Sulawesi Utara
Cuaca Ekstrem, Sejumlah Nelayan di Manado Sulawesi Utara Ngaku Tak Berani Melaut
Angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan tradisional di Manado terpaksa menghentikan aktivitas melaut.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan tradisional di Kelurahan Tumumpa, Kecamatan Tuminting, Kota Manado Sulawesi Utara, terpaksa menghentikan aktivitas melaut.
Seperti yang diugkapkan Usman Pilahunga, salah satu nelayan di Manado mengaku tak berani melaut ditengah kondisi cuaca ekstrem karena sangat beresiko bagi keselamatan.
"Selain berisiko, cuaca ekstrem seperti ini sulit untuk menangkap ikan di laut.
Kami tidak berani mengambil resiko untuk melaut, sejak kemarin sampai hari ini cuaca sangat berbahaya," kata Usman kepada tribunmanado.co.id, Rabu (15/02/2023).
Usman juga menyebutkan untuk mencari ikan cukuplah sulit saat cuaca ekstrem, alasannya ikan tidak kumpul di satu tempat.
"Kondisi cuaca seperti ini ikan tidak akan kumpul di satu tempat jadi akan sulit untuk ditangkap," ujar Usman.
Ia berharap secepatnya cuaca ekstrem bisa berlalu agar aktivitas nelayan di laut bisa kembali normal.
"Semoga saja besok cuaca sudah normal, agar kami bisa kembali ke laut untuk mencari nafkah," tutupnya. (Edi)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Baca juga: Cuaca Buruk, Sejumlah Nelayan di Manado Sulawesi Utara Parkir Perahu di Tepi Jalan Raya
Baca juga: Poin Meringankan Bharada E Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Bersikap Jujur dan Sesali Perbuatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Nelayan-di-Manado-Sulawesi-Utara-tak-meluat-akbiat-cuaca-ekstremfhfghfghfgh.jpg)