Manado Banjir
1675 Warga Manado Sulawesi Utara Mengungsi Akibat Banjir
Sebanyak 1.675 warga Manado terpaksa mengungsi akibat banjir. Selain itu, banjir juga menewaskan satu orang.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak 1675 warga Manado, Sulawesi Utara, mengungsi akibat banjir dan longsor pada 27 Januari 2023.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, pengungsian terbesar berada di Kecamatan Bunaken, yakni 948 warga.
Kemudian Kecamatan Paal Dua 370 orang, Singkil 215, Tikala 100, dan Wenang 41 orang.
Sebanyak 34 kelurahan di 9 kecamatan terdampak banjir.
Kesembilan kecamatan itu adalah Kecamatan Singkil, Mapanget, Tikala, Tuminting, Wenang, Sario, Bunaken, Paal Dua, dan Wanea.
Sedangkan longsor terjadi di di 22 kelurahan di 7 kecamatan.
Kecamatan terdampak longsor berada di Kecamatan Tikala, Singkil, Wanea, Bunaken, Mapanget, dan Wenang.
Korban jiwa akibat banjir dan longsor berjumlah 5 orang dengan rincian meninggal dunia akibat banjir 1 warga dan longsor 4.
Selain korban meninggal, tanah longsor mengakibatkan warga menderita luka berat dan luka ringan.
Sebanyak 420 unit rumah warga juga rusak berat akibat banjir, sedangkan 103 lainnya rusak sedang, dan 448 rusak ringan.
Baca juga: Begini Kondisi 2000 Rumah Bantuan Korban Banjir Manado 2014, Banyak Tak Dihuni
Baca juga: Polres Minsel Tangkap Pemuda Pelaku Pengancaman dengan Sajam di Desa Lopana
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, masing-masing satu unit, antara lain pasar, kompleks pekuburan warga, gereja, masjid, kantor kelurahan, dan tempat pacuan kuda.
Sementara itu, tanah longsor mengakibatkan rumah rusak berat 33 unit, rusak sedang 59 dan 47 unit rusak ringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ArtFoto-sendiri-giat-di-Dapur-Umum-Pemkot-Manado.jpg)