Banjir di Manado
Penanganan Banjir di Manado Bukan hanya Bendungan Kuwil-Kawangkoan
Anggota DPRD Sulawesi Utara, Arthur Kotambunan mengatakan, pencegahan banjir tidak hanya mengandalkan Bendungan Kuwil - Kawangkoan.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Manado Banjir dan tanah longsor pada Jumat (27/1/2023).
Meski sudah punya Bendungan Kuwil Kawangkoan untuk mencegah banjir, Kota Manado tak bisa menghindari bencana tersebut.
Anggota DPRD Sulawesi Utara, Arthur Kotambunan mengatakan, pencegahan banjir tidak hanya mengandalkan Bendungan Kuwil - Kawangkoan.
Pemerintah berupaya melakukan penanganan lainnya
"Tapi kita harus akui langkah penanganan banjir itu salah satunya dengan keberadaan Bendungan Kuwil-Kawangkoan. Banjir bisa direduksi," kata dia.
Jika diibaratkan ada 10 banjir, minimal dengan keberadaan infrastruktur Bendungan ini banjirnya tinggal 5.
"Itu gambaran sederhananya," kata Politisi PDI Perjuangan ini.
Namun, pencegahan banjir bukan mengandalkan Bendungan Kuwil-Kawangkoan saja, pasalnya Bendungan itu hanya menangani aliran Sungai Tondano saja.
Sementara masih banyak sungai lainnya mengalir di Kota Manado yang kalau meluap menimbulkan banjir.
Sebab itu, pemerintah melakukan penanganan pencegahan banjir dengan normalisasi sungai.
"Progres sedang berlangsung, memang ini proyek bertahap. Ada Normalisasi sungai Tondano, Sungai Tikala dan Sungai Sario," ujarnya.
Normalisasi sungai ini dilakukan dengan melakukan pelebaran sungai, dan membangun talud.
Namun sebelum itu lahan di bantaran sungai harus dibebaskan.
Tak kalah penting juga membangun drainase-drainase di dalam Kota Manado.
''Pembangunan drainase ini cukup masih oleh Wali kota Manado Andrei Angkut, tujuannya jika ada genangan air, bisa cepat surut," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Sulawesi-Utara-Arthur-Kotambunan-67798.jpg)