Banjir di Manado
Relawan Kurang, Warga Sebut Penanganan Pasca Banjir di Manado Lambat
Winarti salah satu warga di Kelurahan Cempaka mengeluh, masih banyak rumah yang terendam lumpur pasca banjir di Manado.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Penanganan pasca banjir di Manado Sulawesi Utara tepatnya di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Bunaken Darat, terkesan lambat.
Hal ini juga yang menjadi keluhan warga di kelurahan Cempaka.
Winarti salah satu warga di Kelurahan Cempaka Manado mengatakan jika masih banyak rumah yang terendam lumpur pasca banjir.
"Rumah yang terendam lumpur sangat banyak.
Sedangkan relawan yang datang hanya sedikit," ujarnya ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Minggu 29 Januari 2023 di Kelurahan Cempaka.
Ia mengatakan jika saat ini semua korban banjir yang ada di Kelurahan Cempaka sangat sedih atas kerusakan yang terjadi.
"Siapa yang tidak sedih rumahnya rusak dan dipenuhi lumpur.
Tapi kami tak bisa buat apa-apa," tegas dia.
Ia berharap pemerintah bisa mengirim lebih banyak relawan agar penanganan pasca banjir bisa berjalan dengan cepat.
"Karena kali semakin lama lumpur akan kering dan akan sulit dibersihkan," ucapnya.
Jumlah korban banjir di Manado
Bencana tanah longsor dan Banjir Manado pada Jumat 27 Januari 2023 mengakibatkan korban jiwa sebanyak 5 orang.
Hal itu sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado.
Total korban longsor dan Banjir Manado sebanyak 9.474 Jiwa atau 3.076 Kepala keluarga.
Jumlah ini terbagi atas korban terdampak banjir 9.382 jiwa atau 30.13 KK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lambatnya-penanganan-pasca-banjir-di-manado-sulawesi-utara.jpg)