Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Pantas Hendra Kurniawan Curiga Brigadir J dan Putri Chandrawati Punya Hubungan, Terungkap Isi Chat

Hendra Kurniawan yang kini jadi terdakwa kasus perintangan penyidikan pernah menaruh curiga soal 'hubungan' Putri Candrawathi dan Brigadir J.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
kolase Tribunmanado/ HO
Pantas Hendra Kurniawan Curiga Brigadir J dan Putri Chandrawati Punya Hubungan, Terungkap Isi Chat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Update kasus penembakan Brigadir J.

Diketahui Brigadir J tewas ditembak Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.

Bharada E dan Brigadir J merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo sewaktu jadi Kadiv Propam Polri.

Insinden penempakan Brigadir J itu diduga karena adanya dugaan pelecehan yang disebut oleh Putri Chandrawati.

Namun hingga kini belum ada bukti yang menerangkan kalau Putri Chandrawati merupakan korban pelecehan Brigadir J.

Dalam kasus ini pun hubungan antara Putri Chandrawati dengan Brigadir J mengundang rasa penasaran.

Putri dalam kesaksiannya mengaku Brigadir J hendak memerkosanya saat mereka berada di Magelang.

Saat itu Putri yang tertidur dan sedang tak enak badan mendengar suara pintu kamarnya.

Setelah itu ia melihat Brigadir J sudah ada di tempat tidurnya.

Itulah antara lain kejadian yang memicu kemarahan Ferdy Sambo hingga memutuskan menembak Brigadir J.

Ternyata, Hendra Kurniawan yang kini jadi terdakwa kasus perintangan penyidikan atau obstraction of justice pernah menaruh curiga soal 'hubungan' Putri Candrawathi dan Brigadir Joshua.

Pernyataan tersebut terungkap saat Chuck Putranto mengaku diperlihatkan isi pesan percakapan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir J melalui pesan singkat WhatsApp oleh Hendra Kurniawan.

"Pada 9 Juli apakah saudara saksi pernah disampaikan oleh Hendra Kurniawan Karopaminal menunjukkan WhatsApp," tanya Jaksa Penuntut Umum kepada Chuck Putranto saat dihadirkan sebagai saksi mahkota untuk terdakwa Arif Rahman Arifin dalam PN Jaksel, Kamis (12/1/2023).

"Ada," jawab Chuck.

"Apa itu WhatsApp-nya?" tanya JPU.

"Terkait pembicaraan antara Ibu Putri dengan Ade Joshua," jawab Chuck.

"Apakah bahasan itu disampaikan Hendra Kurniawan?" tanya lagi JPU.

"Beliau menyampaikan, menurutmu ini ada 'hubungan' tidak?" kata Chuck tirukan perkataan Hendra Kurniawan.

Irfan Widyanto ke Chuck Putranto - Terungkap 'Sosok Petir' yang Sambar CCTV di Rumah Ferdy Sambo
Irfan Widyanto ke Chuck Putranto - Terungkap 'Sosok Petir' yang Sambar CCTV di Rumah Ferdy Sambo (Kolase Tribun Manado/ KOMPAS.com/ Tatang Guritno)

Chuck melanjutkan menurutnya saat itu hal yang bisa karena Bu Putri kalau bicara seperti itu.

"Tau nggak apa isinya?" tanya JPU.

"Yang saya ingat pembicaraan masalah waktu itu ada HUT Bhayangkara, datang ke rumah dan sekitar itu," jawab Chuck.

Adapun dalam persidangan terdakwa Chuck Putranto menyampaikan, dirinya pernah bertanya langsung dengan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo soal insiden penembakan terhadap Brigadir J.

Chuck saat itu menanyakan Ferdy Sambo, apakah mantan atasannya itu turut menembak atau tidak dalam insiden itu.

Namun, kepada Chuck, Ferdy Sambo secara tegas menyatakan tidak ikut menembak. Pertanyaan itu disampaikan guna memancing Ferdy Sambo untuk bercerita.

Hal itu diungkap oleh Chuck Putranto saat dirinya dihadirkan sebagai saksi mahkota untuk terdakwa Arif Rahman Arifin.

Mulanya jaksa menanyakan soal Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chuck Putranto dalam sidang, Kamis (12/1/2023).

"Apa tujuan saudara bertanya begitu kepada Ferdy Sambo?" tanya jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Jadi begitu kita habis menonton (CCTV) situasinya kita kan menjadi bingung. Kemudian setelah kejadian kami menonton, dilakukan lagi rekonstruksi saat LP itu berpindah atau ditarik dari Polres ke Polda Metro," kata Chuck.

Namun pada rekonstruksi itu sejatinya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi hadir, akan tetapi keduanya urung memenuhi agenda tersebut.

"Jadi yang datang hanya Ricky, Richard dan Kuat. Saat itu Richard sudah di Mako Brimob, jadi saya yang mengantarkan Ricky dan Kuat," kata Chuck.

Chuck menyebut, rekonstruksi yang dilakukan saat itu, hanya perihal penembakan saja.

Dirinya memastikan, tidak ada proses dari para terdakwa dan Brigadir J datang sampai masuk ke rumah.

"Jadi hanya berbicara penembakan dan itu dianggap oleh penyidik, saat itu yang kami dengar karena disitu ada penyidik bareskrim, ada labfor juga, ada inafis, dinyatakan tembakan ini," kata dia.

Namun atas rekonstruksi itu, Chuck yang berada di lokasi merasa semakin bingung dengan apa yang diperagakan dalam rekonstruksi.

Alhasil, sebelum ditempatkan khusus (patsus) Chuck mengaku memberanikan diri untuk bertanya kepada Ferdy Sambo soal apakah mantan atasannya itu menembak atau tidak.

Hal itu semata untuk mendorong Ferdy Sambo bercerita kepada dirinya.

"Jadi kita makin bingung kok ini ceritanya seperti ini gitu, sehingga pada saat itu, saya sudah memberanikan diri untuk memancing jadi pertanyaan itu sebenarnya untuk memancing supaya pak Ferdy Sambo cerita kepada saya," kata dia.

"Saat sebelum saat dipatsus waktu itu, karena saya paham karena saya akan dipatsus saya sudah akan bertanya saja. itu tujuannya sebenarnya," tukasnya.

9 Alasan yang Membuat Jaksa Yakin Putri Chandrawathi dan Brigadir J Berselingkuh

Persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua alias Brigadir J memasuki babak baru.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun telah menuntut sejumlah terdakwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ini, masing-masing dengan tuntutan 8 tahun penjara.

Terbaru, JPU mengungkap penyebab tewasnya Brigadir J bukan karena kasus pelecehan seksual yang dilakukan kepada istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi.

JPU menegaskan yang ada adalah perselingkuhan yang dilakukan antara Putri Candrawathi dan Brigadir J.

Putri Chandrawathi dalam persidangan. Jaksa yakin Putri Chandrawathi berselingkuh dengan Brigadir J.
Putri Chandrawathi dalam persidangan. Jaksa yakin Putri Chandrawathi berselingkuh dengan Brigadir J. (Istimewa)

Hal itu disampaikan JPU saat membacakan fakta hukum dalam sidang pembunuhan Brigadir J sekaligus bacakan tuntutan untuk Kuat Maruf kemarin, Senin (16/1/2022).

Kesimpulan tersebut diambil JPU setelah mendengarkan keterangan sejumlah saksi ahli maupun Putri Candrawathi sebagai terdakwa.

Pihak Putri Chandrawathi yang selama ini bersikukuh mengenai pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Chandrawathi pun membantah kesimpulan JPU yang menyebut telah terjadi perselingkuhan antara kliennya dengan Brigadir J.

Lantas apa yang membuat JPU yakin Putri Chandrawathi dan Brigadir J berselingkuh?

Mari simak 9 hal yang menjadi dasar JPU mengatakan istri Eks Kadiv Propam Polri tersebut berselingkuh dengan Brigadir J:

1. Berdasarkan Ahli Poligraf Aji Febrianto yang melakukan tes kebohongan pada Putri Candrawathi, menyebutkan Putri Candrawathi terindikasi berbohong.

Saat itu pertanyaannya,'Apakah Anda berselingkuh dengan Yosua di Magelang?', melansir TribunJakarta.com.

2. Keterangan Bharada Eliezer (Bharada E) yang menyebut tidak mengetahui adanya pelecehan seksual di Magelang.

3. Asisten Rumah Tangga (ART) Susi juga memberikan kesaksian bahwa tidak mengetahui ada pelecehan di Magelang.

4. Putri Candrawathi tidak mandi dan tidak mengganti pakaian setelah adanya dugaan pelecehan seksual padahal ada saksi Susi sebagai ART perempuan yang bisa membantunya.

5. Putri Candrawathi sama sekali tidak memeriksakan diri ke dokter setelah kejadian itu, padahal dia merupakan seorang dokter yang peduli terhadap kesehatan dan kebersihan.

6. Keterangan dalam persidangan soal inisiatif Putri Candrawathi yang bertemu dengan Brigadir J selama 10 -15 menit dalam kamar tertutup setelah dugaan pelecehan.

7. Ferdy Sambo tidak meminta visum untuk bukti pelecehan seksual yang diduga dialami istrinya tersebut, padahal saksi Ferdy Sambo sudah berpengalaman puluhan tahun sebagai penyidik.

8. Ferdy Sambo membiarkan Putri Candrawathi dan Brigadir J dalam satu rombongan dan satu mobil saat isolasi di Duren Tiga.

9. Keterangan terdakwa Kuat Maruf, dirinya menyebut Brigadir J duri dalam rumah tangga.

"Sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi pelecehan pada tanggal 7 Juli 2022 melainkan perselingkuhan antara saksi Putri Candrawathi dan korban Nofriansyah Yosua Hutabarat," ujar JPU.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hendra Kurniawan Ternyata Pernah Taruh Curiga Putri Candrawathi dan Yoshua Punya 'Hubungan', https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/12/hendra-kurniawan-ternyata-pernah-taruh-curiga-putri-candrawathi-dan-yoshua-punya-hubungan?page=all.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com 

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/) (TribunGorontalo.com/Nina Yuniar) (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca Berita Lainnya di: Google News

 

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved