Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lokal Bercerita

Kisah Hentje Kawet Si Pengrajin Kolintang asal Kakas Minahasa Sulawesi Utara

Untung saja masih ada sosok seperti Hentje Djefry Kawet, hingga musik kolintang tetap eksis dan lestari melalui perkembangan zaman.

|
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Kisah Hentje Kawet Si Pengrajin Kolintang asal Kakas Minahasa Sulawesi Utara 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kolintang, alat musik tradisional Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara ini masih terus bertarung dengan perkembangan zaman. Budaya luar makin menggerus keberadaannya.

Untung saja masih ada sosok seperti Hentje Djefry Kawet, hingga musik kolintang tetap eksis dan lestari melalui perkembangan zaman.

Lebih dikenal dengan nama Hentje Kolintang alias HenKo, sosok pengrajin, pemain, pelatih, dan komposer musik kolintang.

Kecintaannya pada musik kolintang membawanya menjadi seorang pengrajin khusus pembuatan kolintang. Profesi yang ia sudah tekuni 43 tahun lamanya.

Hentje Kawet membuka bengkel di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Minahasa.

Ia menempati rumah sederhana yang hampir seluruh ruang tamu dan terasnya jadi tempat memproduksi kolintang.

Bilah kayu kolintang, perkakas, serutan kayu menjadi pemandangan di tempat itu ketika disambangi tribunmanado.co.id, Minggu (15/1/2023).

Kisah Hentje Kawet Si Pengrajin Kolintang asal Kakas Minahasa Sulawesi Utara 0
Kisah Hentje Kawet Si Pengrajin Kolintang asal Kakas Minahasa Sulawesi Utara

Beberapa hari lalu, satu set kolintang selesai dibuat mengisi keseluruhan ruangan itu, namun sudah keburu dikirim ke pemesan

"Kalau bulan Januari sepeti ini kita persiapan untuk membuat kolintang, nanti bulan-bulan berikutnya baru ada orderan pembuatan kolintang," ujar Hantje Kawet yang juga seorang budayawan Minahasa.

Di Desa Sendangan, Kakas merupakan bengkel yang jadi pusat produksi kolintang , karena ia juga membuka bengkel cabang di Semarang dan Surabaya.

Hentje Kawet pun mulai berkisah soal kolintang yang jadi jalan hidupnya

Sejak usia 14 tahun, Hentje Kawet mempelajari membuat kolintang.

Kecintaannya pada alat musik tradisional Minahasa ini sudah menular sejak kecil dari ayahnya yang juga diturunkan dari kakeknya.

Sekitar tahun 60-an, momen awal ketika ayahnya memainkan kolintang di Perkebunan Kaliakel, Kakas.

Kisah Hentje Kawet Si Pengrajin Kolintang asal Kakas Minahasa Sulawesi Utara 456
Kisah Hentje Kawet Si Pengrajin Kolintang asal Kakas Minahasa Sulawesi Utara

Ia mengisahkan, kolintang  itu disusun dengan meletakkan dua batang pisang di atas tanah sebagai penyanggah.

Kemudian meletakkan bilah-bilah kolintang dari Kayu Wunut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved