Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Jumat 13 Januari 2023

BACAAN ALKITAB - 2 Tesalonika 3:13 Berbuat Baik Tanpa Syarat

Kata baik secara umum berarti sesuatu yang pantas, patut, bermanfaat/berguna dan tidak merugikan seseorang atau kelompok orang.

Tayang:
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

  2 Tesalonika 3:13
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kata baik secara umum berarti sesuatu yang pantas, patut, bermanfaat/berguna dan tidak merugikan seseorang atau kelompok orang. Malah menguntungkan dan menyenangkan.

Louis Ma'luf menyebutkan bahwa "baik" adalah sesuatu yang mencapai kesempurnaan. Baik juga bermakna suatu penilaian terhadap pikiran, ucapan, perbuatan, sikap, tindakan dan cara yang ditunjukkan serta realitas manusia dalam hidupanya setiap hari, baik individu maupun kelompok. Namun, tidak selalu yang kita anggap baik untuk orang lain, diterima dengan baik.

Dalam perspektif Kekristenan, berbuat baik adalah melaksanakan hukum Tuhan, yakni Kasih. Baik kepada sesama, maupun terutama kepada Tuhan.

Ilustrasi Doa Kristen
Ilustrasi Doa Kristen (Gambar oleh congerdesign dari Pixabay)

Sehingga, berbuat baik sebenarnya adalah mewujudkan kasih dengan tulus, tanpa batas dan tanpa pilih kasih. Itulah perbuatan baik, sebagai wujud ketaatan kita kepada Kristus yang sudah lebih dahulu berbuat baik dan mengasihi kita dengan kasih yang sempurna.

Termasuk rela berkorban, menderita dan mati untuk kita. Itulah perbuatan baik yang paling sempurna yang harus jadi teladan.

Rasul Paulus menasihati jemaat Tesalonika agar berbuat baik. Dia meminta mereka, jangan jemu-jemu berbuat yang baik, kepada sesama. Jangan jemu-jemu bermakna tidak hanya sekali. Tapi berkali-kali, berulang kali dan tanpa henti.

Artinya jemaat harus berbuat baik, sekalipun diperlakukan tidak baik. Sebab, perbuatan baik orang baik, belum tentu diterima baik oleh orang yang tidak baik. Kecenderungan, orang tidak baik selalu menolak atau tidak menerima maksud baik maupun perbuatan baik orang baik.

Itulah sebabnya Paulus meneguhkan iman dan percaya umat Kristus di Tesalonika, agar mereka tidak ikut menjadi jahat dengan orang jahat.

Tapi, mereka harus memertahankan jati diri mereka sebagai orang baik dengan tanpa henti berbuat baik. Tidak iri dengan orang berbuat tidak baik. Apalagi ikut jadi jahat seperti mereka. Umat Tuhan harus sabar dan terus tekun berbuat baik.

Apapun risikonya.

Ketika kebaikan ditolak, jemaat jangan berhenti berbuat baik. Tapi harus terus berbuat baik. Baik atau tidak baik keadaanya, tetap berbuat baik, demi kebaikan jemaat dan semua orang di sekitarnya.

Baca juga: BACAAN ALKITAB - 2 Tesalonika 3:7-9 Teladan Dalam Bekerja dan Melayani

Baca juga: BACAAN ALKITAB - 2 Tesalonika 3:10-12 Tidak Bekerja, Jangan Beri Makan

Demikian firman Tuhan hari ini.

  "Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik." (ay 13)_

Itulah jati diri orang Kristen. Itu perintah Tuhan Yesus yang harus kita lakukan. Pengikut Kristus harus berbuat baik dengan mewujudkan kasih. Identitas kita adalah kebaikan dan kasih. Orang Kristen sejati adalah orang yang berbuat baik tanpa syarat.

Apapun yang terjadi, tetap menunjukkan jati diri sebagai orang baik, dengan selalu melakukan kasih yang tulus dalam hidupnya.

Ketika kita berada di tengah dunia yang jahat lebih jahat dari penjahat apapun, kita harus tetap memertahankan jati diri kita sebagai orang baik yang hidup dalam kasih yang sejati. Yakni kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Apapun risiko nya, tetaplah berbuat baik.

Ingatlah, pengorbanan apapun yang kita terima dan balasan sejahat dan seberat apapun yang menimpa kita, jangan takut. Semua yang kita lakukan itu bukan konyol, tapi itu adalah perbuatan mulia yang akan mendatangkan berkat dan kehidupan baik bagi diri kita, maupun semua orang di sekitar kita.

Mengapa? Karena sesungguhnya tujuan perbuatan baik kita kepada sesama adalah untuk Tuhan. Yakni melakukan hukum dan perintah Tuhan.

Karena kita melaksanakan hukum dan perintah Tuhan, maka jangan takut dan gentar dengan apapun. Tuhan pasti menyertai, menolong dan memenangkan serta memberkati kita. Jadi jangan taku melakukan kebaikan dalam bentuk apapun, karena kita melakukan itu untuk Tuhan.

Jadi jangan takut dan gentar berbuat baik sekalipun kita ditolak karena kebaikan itu. Sebab tidak semua orang menggunakan akal sehat dan hidup beriman.

Ada juga manusia yang sudah mengeraskan hatinya. Tapi anak Tuhan, harus tetap dan terus berbuat baik.

Tuhan sudah berbuat baik kepada kita. Kristus sudah menunjukan kasih-Nya yang sempurna. Pengorbanan-Nya, tak terhingga. Karena itu, kitapun harus tetap dan terus berbuat baik. Ingatlah bahwa ketika kita melakukan kebaikan, kita akan memenangkan banyak jiwa datang kepada Kristus.

Jika kita terus berbuat baik, kita akan menuai dan menikmati buahnya di bumi dan di sorga. Maka, aman, nyaman, damai dan sejahteralah hidup kita, di bumi dan di sorga, selamanya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami berbuat baik, sebaik mungkin, tanpa syarat. Dan, pakailah kami jadi berkat bagi semua orang. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved