Sulawesi Utara
Kabar Terbaru Proyek Pengendali Banjir Manado, Ini Penjelasan Pemprov Sulawesi Utara
Info baru terkait Proyek Pengendali Banjir Manado, Pemprov Optimistis Tuntaskan Pembebasan Lahan DAS Tondano dan Tikala.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Proyek Pengendali Banjir Manado siap dibangun.
Namun sebelum itu, Pemprov Sulawesi Utara bekerja sama dengan Pemkot Manado dan Badan Pertanahan Nasional harus menuntaskan pengadaan lahan di tepi bantaran Sungai.
Setidaknya Proyek Pengendali Banjir ini menyasar Sungai Tondano, Sungai Sario dan Sungai Tikala.
Sekretaris Provinsi Sulut, Steve Kepel optimistis pengadaan lahan DAS bisa tuntas, sejauh ini prosesnya berjalan baik dan tidak ada masalah.
"Kita bersinergi, pengadaan lahan sejak Desember 2021 dikerjakan.
Balai Sungai meminta bantuan Pemprov untuk pengadaan lahan (Proyek pengendali banjir).
Dinas Perkimtan menyiapkan personel untuk prosesnya," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Rabu (28/12/2022)
Semua pihak menyukseskan, kata Steve Kepel karena baik buruk proses pengadaan hingga kontruksi semua merasakan.
Ia mengatakan, proses pengadaan lahan ini berlangsung terbuka sehingga meminimalisir ganjalan di masyarakat.
"Sejauh ini belum ada persoalan.
Makanya kita bawa di zona terbuka Proses pengadaan tanah begini modelnya supaya tidak ada simpang siur isu," kata Steve Kepel.
Proyek Pengendali banjir ini akan mewujudkan Manado aman dan nyaman bebas dari banjir yang jadi momok jika masuk musim hujan.
Penataan kota juga menyasar pemukiman di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Manado.
Rencana ini mulai diwujudkan, pemerintah Provinsi Sulut, menggandeng Badan Pertanahan Nasional, Balai Wilayah Sungai dan Pemkot Manado sudah mensosialisasikan ke masyarakat.
Rencananya pemerintah akan membebaskan lahan dan pemukiman di tepian DAS di Kecamatan Wanea dan Kecamatan Tikala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/DAS-Sario-Foto.jpg)