Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Rahasia Tidur Nyenyak di Malam Hari Diungkap Ilmuwan Jepang

Eksperimen lebih lanjut mengungkapkan bahwa persinyalan pengaturan di neuron rangsang korteks dan hipotalamus ini masing-masing mengatur kuantitas.

Editor: Rizali Posumah
(Tribunnews)
Ilustrasi tidur - Rahasia Tidur Nyenyak di Malam Hari Diungkap Ilmuwan Jepang. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Enzim yang disebut histone deacetylase 4 (HDAC4) ditemukan para ilmuwan dari University of Tsukuba, Jepang.

HDAC4 diketahui menekan ekspresi gen, memainkan peran kunci dalam mengatur jumlah dan kedalaman tidur ditemu

Dengan penemuan ini, mereka telah mengungkap rahasia tidur nyenyak di malam hari.

Para peneliti mempelajari mutasi genetik pada tikus dan mengidentifikasi jalur persinyalan yang mengatur tidur.

Eksperimen lebih lanjut mengungkapkan bahwa persinyalan pengaturan di neuron rangsang korteks dan hipotalamus ini masing-masing mengatur kuantitas dan kualitas tidur.

Temuan mereka tersebut telah diterbitkan di Nature dengan judul "Kinase signalling in excitatory neurons regulates sleep quantity and depth."

Tidur malam yang nyenyak dapat menghasilkan keajaiban bagi pikiran dan tubuh. 

Namun apa yang menentukan seberapa lama kita perlu tidur, dan apa yang bisa menyebabkan kita tidur lebih nyenyak belum sepenuhnya dipahami.

Dalam studi baru ini, para peneliti dari University of Tsukuba kini telah memberikan beberapa jawaban, mengungkap jalur persinyalan di dalam sel-sel otak yang mengatur lama dan dalamnya tidur.

"Kami memeriksa mutasi genetik pada tikus dan bagaimana ini memengaruhi pola tidur mereka," kata penulis senior studi tersebut, Profesor Hiromasa Funato.

"Kami mengidentifikasi mutasi yang menyebabkan tikus tidur lebih lama dan lebih dalam dari biasanya."

Para peneliti menemukan bahwa ini disebabkan oleh rendahnya tingkat enzim yang disebut histone deacetylase 4 (HDAC4), yang diketahui dapat menekan ekspresi gen target.

Studi sebelumnya pada HDAC4 telah menunjukkan bahwa itu sangat dipengaruhi oleh perlekatan molekul fosfat dalam proses yang dikenal sebagai fosforilasi.

Ketika ini terjadi, HDAC4 cenderung menjauh dari inti sel, dan penekanan protein tertentu berkurang. Para peneliti tertarik pada apakah fosforilasi HDAC4 ini akan memengaruhi tidur.

"Kami fokus pada protein yang disebut salt-inducible kinase 3, atau dikenal sebagai SIK3, yang memfosforilasi HDAC4," kata Profesor Funato.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved