Lokal Bercerita
Mengenal Istilah Pasiar, Tradisi Silaturahmi Khas Manado Sulawesi Utara saat Hari Raya
Di hari raya keagamaan, entah Idul Fitri atau natal, warga Sulawesi Utara biasanya akan melakukan Pasiar. Pasiar adalah tradisi silaturahmi.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Sulawesi Utara dikenal sebagai orang-orang yang mudah bergaul dan membaur.
Hal ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun.
Di mana orang-orang Sulawesi Utara yang terdiri dari berbagai suku, sudah saling membaur sejak zaman dulu.
Kebiasaan ini juga berimbas pada kehidupan sehari-hari.
Termasuk saat adanya Hari Raya Keagamaan.
Di hari raya keagamaan, entah Idul Fitri atau natal, warga Sulawesi Utara biasanya akan melakukan Pasiar.
Pasiar adalah tradisi silaturahmi warga Sulawesi Utara.
Pasiar diartikan sebagai silahturahmi atau berkunjung ke warga yang sedang merayakan hari raya.
Di Manado saat hari raya keagamaan misal agama Kristen atau Islam siapa saja bisa ikut pasiar, tanpa memandang suku dan agamanya.
Bila hari raya agama Kristen semisal natal tiba, warga yang beragama non Kristen akan berkunjung atau pasiar ke rumah orang-orang Kristen.
Begitu pula dengan hari raya lain semisal Idul Fitri, warga yang non Muslim akan pasiar atau berkunjung ke rumah warga Muslim.
Saat pasiar, biasanya akan ada saling berjabat tangan. Tamu yang datang juga akan disuguhkan makanan sambil bincang-bincang dengan si pemilik rumah.
Nah di momen natal ini, 25 Desember 2022 giliran kawan-kawan yang Muslim mendatangi rumah saudara Kristen.
Pasiar dimulai dengan mendatangi kerabat kerja hingga sanak saudara yang beragama Kristen saat Natal.
Vhey Kiko, salah satu warga Manado mengatakan jika tradisi Pasiar merupakan salah satu tradisi yang mempererat tali silaturahmi antara warga Muslim dan Kristen di Manado.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pasiar-lebaran-para-politisi-63445.jpg)