Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ahli Psikologi Forensik: Emosi Bharada E Tidak Stabil, Miliki Kepatuhan Tinggi Terhadap Ferdy Sambo

Ahli Psikologi Forensik Sebut Emosi Bharada E Tidak Stabil. Miliki Kepatuhan Tinggi Terhadap Ferdy Sambo.

Editor: Frandi Piring
Kolase Tribun Manado/ KOMPAS.com/ KRISTIANTO PURNOMO/ IRFAN KAMIL
Ahli Psikologi Forensik Sebut Emosi Bharada E Tidak Stabil. Miliki Kepatuhan Tinggi Terhadap Ferdy Sambo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ahli psikologi forensik Reni Kusuma Wardhani menyebut terdakwa pembunuhan Brigadir J, Richard Eliezer atau Bharada E mempunyai emosi yang tidak stabil.

Hal itu terkait rasa kepatuhan yang dimiliki Bharada E terhadap figur otoritas, dalam kasus ini kepada atasannya, Ferdy Sambo.

Diketahui, Reni Kusuma Wardhani dihadirkan sebagai saksi di sidang pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2022).

Reni Kusuma Wardhani memberikan kesaksian untuk terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf dalam persidangan kali ini.

"Menurut hasil pemeriksaan ini memang masih memiliki emosi yang kurang stabil," kata Reni Kusumawardhani.

Menurut Reni Kusuma Wardhani, ketidakstabilan emosi itu yang membuat Bharada E tidak memiliki keberanian

untuk menolak perintah dari orang yang kedudukannya lebih tinggi.

"Di situ yg mengakibatkan memiliki satu kepatuhan dan ketidakberanian untuk asertif atau melakukan penolakan

meskipun sebetulnya perintahnya adalah merupakan sesuatu untuk merusak," ujar dia.

Isi Chat WA Ferdy Sambo dan Bharada E Setelah Brigadir J Tewas, Kapolri Dicatut.
Isi Chat WA Ferdy Sambo dan Bharada E Setelah Brigadir J Tewas, Kapolri Dicatut. (via Tribun Jabar)

Baca juga: Ferdy Sambo Terekam CCTV Tidak Memakai Sarung Tangan, Pernyataan Bharada E Bohong?

Selain itu, Reni menambahkan, Bharada E memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi.

Ia menilai kepatuhan itu sebagai destructive opinion atau sifat yang bisa merusak.

"Jadi yg dimaksud destructive opinion itu kepada Bapak Richard, pada saat ada satu perintah di situ ada satu ada perbedaan status

yang dimiliki dengan oleh antara Bapak Richard dengan Pak Sambo," jelas dia.

"Pada dasarnya ia memiliki kemampuan untuk dapat bertahan menghadapi tekanan dari lingkungan.

Meskipun, terhadap figur otoritas, ia memiliki kecenderungan kepatuhan yang tinggi," tambahnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved