BPK
Anggota VI BPK RI DR Pius Lustrilanang Isi Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera di Unima Tondano
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menggelar kuliah umum dan bedah buku Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera)
"Harapannya, kehadiran buku ini memberikan pencerahan tentang perjuangan membangun demokrasi dan pencerahan tentang nilai-nilai demokrasi yang menjadi cita-cita bersama yang telah diletakan oleh the founding fathers negara kita ini," tandas Rektor Unima.

Sementara itu, Anggota VI BPK RI Pius Lustrilanang dalam Kuliah Umumnya mengungkapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga dapat menghadiri acara Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera, dalam keadaan sehat dan dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Menurutnya, ALDERA adalah salah satu sarana perjuangan untuk rakyat. Perjuangan untuk rakyat itu tidak boleh pernah berhenti.
"ALDERA didirikan dan berjuang di tengah kondisi pemerintahan pada saat itu, maka kini kita pun memerlukan sarana perjuangan untuk rakyat," ujar Lustrilanang.
Ia mengatakan, dari ALDERA dirinya mulai belajar, bahwa hakikatnya ALDERA itu adalah akar perjuangan.
"Jika dulu kita di ALDERA berjuang mereformasi pemerintahan untuk rakyat, maka hari ini kita berjuang untuk mewujudkan tata kelola sector publik yang lebih baik," sebutnya.
Ia pun menceritakan, sewaktu dirinya menjadi seorang mahasiswa, seorang aktivis. Maka hari ini, saya adalah seorang Pejabat Negara, Anggota BPK RI.
"Tetapi, panggilan jiwa saya tetap sama bahwa apapun kita harus berjuang mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, untuk rakyat," tegas Lustrilanang.
Ia pun berpesan kepada Para mahasiswa, para aktivis kampus, junior-juniornya, perlu dicatat dan digaris bawahi, bahwa kita sebagai generasi muda memiliki tugas dan peran yang signifikan untuk bangsa.
"Generasi muda sebelumnya, dari zaman sebelum kemerdekaan, lalu berlanjut ke era Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, hingga saat ini mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar bagi negara, dengan berbagai Gerakan-gerakan organisasinya," kata Lustrilanang menyemangati mahasiswa Unima.
Kata dia, Mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan sosial yang bergerak dari akar rumput, mengemban misi perubahan di berbagai bidang, mengintegrasikan berbagai elemen rakyat.
Oleh karena itu, saat ini mahasiswa mestinya tidak merasa puas diri dengan hanya duduk di ruang kelas, atau di kafe, tempat wifii publik dan melupakan karakter aslinya.
"Bahwa mahasiswa sebagai kaum muda terdidik memiliki tugas yang mulia sebagaimana para senior-seniornya terdahulu," tegas Lustrilanang
Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menekankan, bahwa perjuangan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jika saat itu dirinya sebagai mahasiswa berjuang melalui ALDERA, maka saat ini sebagai Anggota BPK dan sesuai dengan latar belakang keilmuan saya di bidang manajemen kebijakan publik, sudah menjadi panggilan jiwa saya untuk terus mewujudkan Governance yang baik di sektor publik.
"Yang paling utama ialah kemampuan pemimpin, pemimpin harus mampu menggerakkan bawahan maupun stakeholder lainnya untuk melakukan perubahan," jelasnya