Memilih Damai

Masyarakat Pilih Capres 2024 Berdasarkan Kedekatan, Ini Kata Ray Rangkuti

Talkshow Series Memilih Damai dengan tema "Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa digelar di Universitas Al-Azhar, Jakarta Pusat.

kolase/dok Tribunnews.com
Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemilu 2024 masih dua tahun lagi.

Tetapi nama bakal calon kandidat presiden sudah terdengar kalangan di masyarakat.

Sebagai contoh nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo hingga Anies Baswedan telah populer di masyarakat.

Ray Rangkuti, berdasarkan survei, pemilih akan memilih pemimpin jika memiliki kedekatan dengan masyarakat, dan jelas program kedepannya.

Baca juga: Prabowo Subianto-Erick Thohir Disebut Duet Nasionalis Religius, Didoakan Banyak Ulama

Baca juga: Zulhas Mengisyaratkan PAN ke Ganjar Pranowo, Pengamat Sebut Itu Baru Sebatas Wacana

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam Talkshow Series Memilih Damai dengan tema
Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam Talkshow Series Memilih Damai dengan tema "Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa digelar di Universitas Al-Azhar, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022). (Wartakotalive/Alfian Firmansyah)

Talkshow Series Memilih Damai dengan tema "Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa digelar di Universitas Al-Azhar, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

Berdasarkan fakta yang ada, tidak dapat dipungkiri bahwa sejak merdeka, tujuh presiden Indonesia selalu beririsan dengan suku Jawa.

Hal tersebut, membentuk stigma masyarakat bahwa tokoh yang akan menjadi presiden Indonesia harus yang berasal dari suku Jawa.

Sebagai informasi, Pembawa acara dibawakan oleh Paramitha Soemantri dan Pemimpin Redaksi Warta Kota Domu Ambarita sebagai Moderator.

Selanjutnya, Narasumber yang hadir yaitu Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti, Dekan FISIP Universitas Indonesia Semiarto Aji Purwanto, Dekan FISIP Universitas Al-Azhar Heri Herdianto, Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu dan Meutia Hatta yaitu Putri dari Muhammad Hatta

Kemudian, Salah satu narasumber yang hadir yaitu Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti.

Ray Rangkuti mengatakan, bahwa nantinya dalam pemilu 2024, sudah tidak relevan bagi masyarakat.

"Berdasarkan Survei Kedai Kopi 2021 lalu, dinyatakan sebesar 67 persen, sudah tidak peduli terhadap asal sukunya kok, kalau diurut belakang lagi, berdasarkan lembaga survei Parameter Politik Indonesia, yang milih agama dan suku itu kecil," ujar Ray di Universitas Al-Azhar, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/20222).

Ray menyebutkan, berdasarkan lembaga survei yang disebutkanya, bahwa nantinya pemilih akan memilih pemimpin jika memiliki kedekatan dengan masyarakat, dan jelas program kedepannya.

Ray memberikan contoh saat ini, capres 2024 yang sedang digadang-gadang oleh Partai politik seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved