RHK Rabu 7 Desember 2022
BACAAN ALKITAB - Yesaya 7:14 Kedatangan Sang Imanuel
Kedegilan hati raja Ahas, tidak membatalkan rencana agung Allah bagi bangsa Yehuda (dan Israel). Allah tetap mengasihi negeri itu
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Yesaya 7:14
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kedegilan hati raja Ahas, tidak membatalkan rencana agung Allah bagi bangsa Yehuda (dan Israel). Allah tetap mengasihi negeri itu dengan segala keturunannya, dan Allah akan memberi tanda kepada umat-Nya, sebagai tanda pembebasan bagi Yehuda dan Israel bahkan segala suku bangsa di bumi.
Bahwa akan datang Sang Pembebas dan Juruselamat dunia, yakni Immanuel. Inilah tanda yang akan diberikan Allah: seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang Anak laki-laki dan Ia akan dinamakan Immanuel. Sang Imanuel akan datang untuk membebaskan umat Israel dari berbagai belenggu dosa. Yang percaya diselamatkan dan diberkati Allah selamanya.
Lewat nabi Yesaya, Allah menjanjikan akan lahir Immanuel Sang Pembebas. Immanuel yang adalah Tuhan Yesus Kristus, kelahiran-Nya sudah dinubuatkan Yesaya sekitar 740 tahun sebelumnya.
Immanuel sendiri berasal dari 2 kata dalam bahasa Ibrani, yakni Immanu artinya beserta atau bersama kita dan El yang berarti Allah. Jadi, Immanuel berarti Allah beserta kita. Janji Allah itu digenapi sekitar 740 tahun kemudian. Yah, Immanuel atau Yesus Kristus sudah lahir 2000 tahun lalu, dan saat ini ulang tahun-Nya sedang kita peringati, di mana kini kita sudah memasuki dan berada pada Minggu Adven (masa penantian) kedua.
Allah berjanji, maka Allah menepatinya. Dia sudah lahir, bukan hanya untuk kemaslahatan dan keselamatan orang Israel, melainkan untuk seluruh dunia. Barangsiapa yang percaya dan mau hidup dalam Dia, maka Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.
Sang Immanuel sudah datang. Dia bukan lagi dijanjikan. Tapi sudah datang dan membawa keselamatan bagi kita yang percaya pada-Nya. Namun siapa yang tidak percaya dan mengikuti jalan hidup seperti raja Ahas, pasti akan dihukum.
Dahulu, orang Israel dijanjikan akan datang Immanuel. Akhirnya Dia datang 2000 tahun lalu. Sekarang setelah Dia sudah datang, Dia menjanjikan akan datang kembali untuk menghakimi kehidupan kita. Maka, pastilah Allah kita yang sama yang ajaib, maha kasih dan mahakuasa Itu akan menepati janji-Nya itu juga. Dia akan segera datang menjemput kita baik secara pribadi lepas pribadi maupun secara bersamaan dalam akhir hidup kita. Kemudian Dia menghakimi kita: menghukum yang bersalah dan berdosa, namun memberkati dan menyelamatkan kita yang hidup takut akan Dia, yang mau melakukan segala kehendak-Nya dalam hidup kita.
Baca juga: Kronologi Seorang Pekerja TV Kabel di Halmahera Selatan Maluku Utara Tewas Usai Tersengat Listrik
Baca juga: Daftar Tim Lolos Babak Perempat Final Piala Dunia 2022, Lengkap dengan Jadwal, Prancis hingga Brasil
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." (ay 14)
Sang Imanuel sudah ada, kelahiran-Nya mulai kita peringati dan sambut. Karena sesungguhnya Dia sudah datang, maka yang paling penting sekarang bagi kita adalah bukan sekedar perayaan dan peringatan kelahiran-Nya, tapi penyambutan kedatangan-Nya kembali. Itu yang lebih penting dari sekedar perayaan.
Kita harus memersiapkan diri menyambut Dia dalam ketaatan kepada-Nya. Agar ketika tiba waktunya Kristus datang, kita didapati-Nya hidup berkenan kepada-Nya dan tidak menyimpang dari jalan-Nya. Sebab, apa yang kita lakukan di dunia, akan membawa kita dalam penghakiman Allah.
Sang Immanuel telah datang menjadi Manusia untuk menyelamatkan kita. Namun ketika Dia datang kembali dalam kemuliaan-Nya, Dia tidak lagi untuk menyelamatkan kita, tapi untuk menghakimi kita sesuai pelanggaran kita masing-masing. Yang berdosa pasti dihukum dan yang taat dan setia pada Tuhan, aman, nyaman dan damai lah hidupnya, baik di bumi maupun di sorga.
Peringatan Yesaya kepada Ahas untuk bertobat dari dosanya juga menjadi tanda peringatan bagi kita. Bahwa kita harus menjauhi dosa. Karena ketika kita hidup dalam dosa, tidak ada lagi pengampunan dan penyelamatan. Tidak ada waktu lagi bagi kita untuk bertobat. Sebab sudah waktunya yang berdosa dihukum karena waktunya sudah selesai, ketika Kristus datang kembali.
Agar tidak terlambat dan nasib jadi bubur, maka hendaklah kita bertobat. Jangan lagi berkanjang dengan dosa. Sambutlah kedatangan kembali Sang Immanuel dalam hidup yang setia, taat dan berkenan kepada-Nya
Tinggalkanlah dosa. Jangan berbuat jahat lagi. Hiduplah benar, karena kita akan menuai apa yang kita tabur. Maka sebelum terlambat, datanglah kepada-Nya dan bertobatlah. Hiduplah baik dan benar, kasihilah sesama dan Tuhan dengan sepenuh hati. Itulah yang dikehendaki Sang Immanuel bagi kita. Pasti kita menuai berkat dan kasih karunia melimpah dari Kristus Tuhan kita, sekarang sampai selamanya. Amin
Doa: Tuhan Yesus, perlengkapi kami menyambut kedatangan-Mu kembali dalam hidup yang setia dan taat kepada Tuhan. Berkatilah kami selalu. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kisah-nabi-yesaya-penasehat-raja-hizkia.jpg)