RHK Selasa 6 Desember 2022

BACAAN ALKITAB - Yesaya 7:13 Menegur Pemimpin Lalim

Ketika menjadi raja, Ahas memilih jalan yang berbeda dengan ayahnya Yotam dan kakeknya Uzia sebagai raja. Keduanya melakukan hal yang baik

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
hop.church
Bacaan Alkitab 

  Yesaya 7:13
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika menjadi raja, Ahas memilih jalan yang berbeda dengan ayahnya Yotam dan kakeknya Uzia sebagai raja. Keduanya melakukan hal yang baik di hadapan Tuhan dalam kepemimpinan mereka, meski tetap masih ada kekurangan dan kelemahan dalam hal-hal tertentu. Tetapi jauh lebih baik dari Ahas, anak dan cucu mereka. Ahas hidup tidak benar di hadapan Tuhan.

Prilaku hidup dan kepribadian leluhurnya yakni raja Daud, diabaikannya. Dia memilih jalan dan cara hidup raja-raja Israel (utara) dan bangsa-bangsa sekitarnya yang menyembah berhala. Dia tidak konsisten dengan cara hidup yang seharusnya menjadi nilai hidup dan kepribadian raja keturunan Daud yakni harus hidup baik dan benar, seperti yang dilakukan leluhurnya Daud, juga ayah dan kakeknya itu.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Ia cenderung memermainkan umat yang percaya bahkan juga Tuhan. Bagi dia, kekuatan manusia dan dunia lebih penting dari pada kekuasaan Allah. Karena itu dia menolak tawaran Yesaya untuk meminta tanda dan pertolongan dari Allah. Meski nabi Yesaya adalah penasihatnya (raja), tetapi dia menegur keras raja Ahas yang mengingkari kesetiaannya kepada Allah.

Yesaya mengatakan bahwa perbuatan Ahas itu tidak baik. Dia hanya melelahkan orang-orang dan juga melelahkan bahkan menyusahkan hati Allah. Sebab jawabannya atas perkataan Yesaya menunjukkan bahwa dia seperti memermainkan dan mengabaikan kekuasaan Allah. Padahal Allah sangat mengasihi keturunan Daud, karena perjanjian-Nya kepada leluhur mereka itu.

Yesaya mengungkapkan bahwa penolakkan raja atas pertolongan Tuhan mengandung risiko hukuman baik bagi raja, maupun bagi umat. Karena itu seharusnya Ahas bertobat dari dosanya, sebab akibat pelanggarannya itu, bukan hanya dia yang menerima akibatnya. Tapi semua umat Tuhan. Bahkan, keturunan Daud bisa putus dan hilang dari kerajaan Yehuda.

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Galatia 6:16-18 Tanda Milik Kristus

Itulah sebabnya Yesaya memeringatkan Ahas agar sadar diri dan tahu diri. Bahwa seharusnya dia konsisten seperti Daud dan raja-raja keturunannya yang hidup berkenan kepada Tuhan. Tidak ikut-ikutan dengan bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Allah bahkan menjadi musuh Allah.

Yesaya sebagai hamba Tuhan, meski di satu sisi juga penasihat raja, dia tidak berlaku ABS (asal bapak senang). Tapi dia konsisten dan tegas bahkan keras menegur dan memeringatkan raja tentang kesalahannya itu, tanpa takut dengan kedudukan dan kekuasaan raja yang besar. Sebab bagi Yesaya, Allah adalah segalanya. Dia lebih memilih takut kepada Allah daripada menyenangkan hati apalagi takut kepada raja.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?" (ay ,12)

Menolak pertolongan Allah berarti melawan Allah. Apalagi lebih mengandalkan manusia. Ahas, sebagai raja keturunan Daud telah memberontak kepada Allah. Ini sangat bertentangan dengan kehendak Allah. Ini tindakan memusuhi Allah. Karena itu Yesaya menyebutkan dia telah melelahkan bahkan menyusahkan manusia dan juga Allah.

Tegas sekali teguran Yesaya. Dia tidak mau berkompromi dengan raja. Sekalipun dia memiliki kekuasaan sebagai seorang pemimpin bangsa Yehuda. Tapi Yesaya tetap menyampaikan firman Allah. Dia menegur pemimpin yang lalim, yang tidak setia kepada Tuhan malah mengkhianati Allah yang menciptakan dan sangat mengasihi mereka.

Kejahatan pemimpin akan menjadi kejahatan bangsa. Sebab, pemimpin akan menjadi panutan. Sehingga apa yang dia lakukan, akan diikuti oleh rakyatnya. Itulah yang dikuatirkan Yesaya. Allah berfirman kepada Yesaya untuk menegur dan memeringatkan raja Ahas agar kembali ke jalan yang benar. Sebab dia telah tersesat bahkan menyesatkan rakyatnya. Tindakannya telah melelahkan orang-orang dan Tuhan. Hukuman bagi Ahas menanti jika dia tidak bertobat.

Sahabat Kristus, sesederhana dan sekecil apapun, kita juga adalah pemimpin. Setidaknya dalam keluarga atau atas diri kita sendiri. Maka janganlah bertindak seperti Ahas menjadi pemimpin yang lalim dan menyesatkan rakyatnya. Tapi takutlah akan Tuhan dan jadilah teladan bagi semua orang. Sehingga kita menjadi pemimpin yang jadi berkat bagi semua orang.

Di sisi lain, sebagai keluarga dan orang Kristen, kita adalah hamba Tuhan. Maka teladanilah Yesaya yang berani berbeda dan berani menegur pemimpin yang lalim. Kita harus berani mengatakan tidak kepada yang salah, dan menyatakan kebenaran sebagai kebenaran.

Jangan berkompromi apalagi berkomplotan dengan kejahatan pemimpin. Tapi tegurlah pemimpin yang salah dengan cara yang tepat, baik dan benar serta beretika. Sehingga kehadiran kita menjadi saluran kebenaran Allah, dan menjadi berkat bagi semua orang. Amin

DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami selalu menjauhi yang jahat tetapi melakukan yang baik dan benar, sehingga kami jadi berkat bagi semua orang. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Berita Terkait :#RHK Selasa 6 Desember 2022
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved