Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Talk Show Tribun Network, Gede Pasek Samakan Perdana Menteri Anwar Ibrahim dengan Anas Urbaningrum

Talk Show Partai Baru Melawan Dominasi Partai Lama, Dinamika Pendaftaran dan Verifikasi Partai Politik 2024.

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
IST
capture layar talkshow tribun network 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tribun Network meluncurkan Kanal Pemilu 'Mata Lokal Memilih'

Peluncuran itu dirangkaikan dengan Talkshow Nasional Tribun Series di Studio Kompas TV, Gedung Menara Kompas Jl Palmerah Selatan no 21, DKI Jakarta, Senin (5/12/2022).

Tema yang diangkat dalam Talk Show Partai Baru Melawan Dominasi Partai Lama, Dinamika Pendaftaran dan Verifikasi Partai Politik 2024.

Ajang ini dihadiri Nara Sumber yakni Hasyim Asyari, Ketua KPU RI; Rahmat Bagja, Ketua Bawaslu RI; Dr Ari Junaedi, Pengamat Politik; Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan;

Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora; Gede Pasek Suardika, Ketua Umum Partai Kebangkitan Kebangkitan Nusantara; dan Bachtiar, Dirjen Politik dan Pemerintahan Kemendagri.

Adapun Moderator Talkshow ini yakni Febby Mahendra Putra, Direktur Pemberitaan Tribun Network.

Gede Pasek mengatakan, kehadiran Partai Kebangkitan Nusantara tidak ada kaitan dengan partai lain, apalagi menyebut-nyebut Partai Demokrat.

PKN kata dia termotivasi ingin menggelorakan perjuangan kebangkitan nusantara.

"Dengan kebangkitan kita yakin tujuan bangsa bisa tercapai," ujarnya.

Jika di Pemilu ada namanya golongan putih (Golput), PKN ingi hadir memberi hal baru ke pada para Golput, bahwa inilah Partai yang menggelora kebangkitan Nusantara.

"Nggak mungkin ganggu partai besar," ujar Mantan Politisi Partai Demokrat ini.

Gede Pasek sempat pula menyinggung soal Politisi Malaysia Anwar Ibrahim yang kini menjadi Perdana Menteri.

Dulunya sosok ini dikriminalisasi, dipenjara karena dituding korupsi dan bahkan dituduh melakukan pelecehan seksual.

Sosok Anwar Ibrahim menurutnya sama seperti Anas Urbaningrum, Mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang kini sudah berlabuh di PKN.

"Kami tawarkan ingin nusantara bangkit. Disambut cukup meriah. Banyak yang mendukung Mas Anas ternyata situasi yang ada diberikan semangat," katanya.

Talk Show Partai Baru vs Lama, Fahri Hamzah Singgung Hasto Kristiyanto Soal 'Saham' Parpol

Tribun Network meluncurkan Kanal Pemilu 'Mata Lokal Memilih'.

Peluncuran itu dirangkaikan dengan Talk Show Nasional Tribun Series di Studio Kompas TV, Gedung Menara Kompas  Jl Palmerah Selatan no 21, DKI Jakarta, Senin (5/12/2022)

Tema yang diangkat dalam Talk Show Partai Baru Melawan Dominasi Partai Lama, Dinamika Pendaftaran dan Verifikasi Partai  Politik 2024

Ajang ini dihadiri Nara Sumber  yakni Hasyim Asyari, Ketua KPU RI;  Rahmat Bagja, Ketua Bawaslu RI; Dr Ari Junaedi, Pengamat Politik;
Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan;

Fahri Hamzah , Wakil Ketua Umum Partai Gelora; Gede Pasek Suardika, Ketua Umum Partai Kebangkitan Kebangkitan Nusantara; dan Bachtiar, Dirjen Politik dan Pemerintahan Kemendagri.

Adapun Moderator Talk Show ini yakni Febby Mahendra Putra, Direktur Pemberitaan Tribun Network.

Fahri Hamzah mengatakan, sebenarnya penting untuk bagaimana bangsa mengorganisir keberagaman.

Menurutnya bukan sekadar verifikasi teknis, namun ini ada cikal bakal pikiran berkebangsaan dalam mekanisme negara demokrasi di mana representasi seluruh rakyat harus tercermin dalam kekuasaan.

Fahri Hamzah mengatakan bikin Parpol di Indonesia kayak bikin negara

"Dahsyat pekerjaannya," kata dia.

Apalagi Indonesia sekarang sudah punya 38 Provinsi. 514 kabupaten/kota, 7.230 kecamatan, 8.506 kelurahan dan 74.961 desa

"itu bayangkan mengatur setiap daerah punya kantor. Memang luar biasa, cuma begitu Demokrasi, di awalnya enak," kata dua.

Fahri Hamzah pun sempat pula menyinggung Hasto Kristanto Sekjen PDIP. "Kalau Hasto enak dia sudah pemegang saham (Partai)," kata Bekas Poltisi PKS ini disertai senyum

Partai yang baru dibentuk kata Fahri mirip startup perusahaan yang dilemparkan ke publik. Rupanya 'saham' Partai Gelora ada saja yang beli.

"Ada orang nyumbang,  ada yang rumahnya dijadikan  Kantor DPD. Ide ini disebar disambut masyarakat di seluruh Indonesia," ujarnya

Dari situ Fahri Hamzah mengatakan, tidak bisa kemudian diukur dengan uang berapa.

Namun soal keuangan memang Parpol harus ketat.

Ia meyakini salah satu cara membersihkan negara dengan mengatur keuangan politik. Jangan uang liar yang masuk

"Termasuk uang pribadi tidak boleh, nanti dianggap jabatan juga punya pribadi," ujar Mantan Wakil Ketua DPR RI ini. (Ryo)

Baca berita lainnya di Google news

Baca juga: Profil Yuki Soma, Striker Timnas Jepang, Ternyata Top Skorer dan Pemain Terbaik di Piala Asia Timur

Baca juga: Steve Kepel Jabat Sekprov Sulawesi Utara, Kepala Dinas PUPR Tomohon Enos Pontororing: Banyak Selamat

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved