Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Full Day School Diterapkan Bertahap di SD dan SMP di Manado Sulawesi Utara

Wacan full day school di Manado ditolak oleh sebagian besar orangtua. Namun, Dinas Pendidikan Manado akan menerapkannya secara bertahap.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manado, Deysie Lumowa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Full day school atau sekolah sepanjang hari akan diterapkan secara bertahap di SD dan SMP di Kota Manado, Sulawesi Utara

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manado, Deysie Lumowa, menuturkan pemberlakuan full day school masih menanti kesiapan sekolah. 

"Memang ada yang sudah terapkan, tapi masih banyak juga yang belum," katanya, Rabu (30/11/2022). 

Ungkap Deysie Lumowa, penolakan full day school datang dari para orang tua. 

Mereka keberatan anaknya bersekolah hingga sore. 

"Keberatan datang dari orang tua," katanya. 

Ungkap Deysie Lumowa, full day school lebih banyak manfaatnya.

Anak-anak bisa memperoleh pelajaran yang intensif serta ekstra kulikuler. 

"Waktu mereka di sekolah lebih banyak, ini justru mengurangi beban orang tua. Daripada mereka diam di rumah, lebih baik ada di sekolah," katanya. 

Deysie Lumowa sudah merancang full day school yang fleksibel. 

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Mazmur 130:5 TB: Masa Penantian

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 1 Desember 2022, Aries Lupakan Masa Lalu, Capricorn Terlalu Curiga

Salah satunya bisa minta izin jika ada ibadah. 

"Jika ada mengaji atau kegiatan Rabu Gembira bisa izin tak ikut full day school," katanya. 

Deysie Lumowa membeberkan, ke depan pihaknya akan terus menyosialisasikan full day school kepada orang tua. 

Ia berharap makin banyak sekolah yang terapkan full day school. 

Wacana full day school siswa SD kelas 4, 5, dan 6 di Manado layu sebelum berkembang. 

kadisdikbud manado Deysie Lumowa foto sendiri
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manado, Deysie Lumowa.

Rencana tersebut ditolak sebagian besar orang tua siswa.

"Kita sudah komunikasikan dengan orang tua dan sebagian besar belum setuju," kata Kepala Sekolah SD Negeri 58 Manado, Olga Rory. 

Sebut Olga Rory, alasan orang tua bermacam-macam.

Dari anak mereka ada kegiatan pada sore hari hingga giat keagamaan. 

Alasan yang sama dikemukakan Kepsek SD N 03 Manado, Rostiowaty.

Baca juga: Prediksi Polandia vs Argentina Malam Ini, Messi Cs Harus Menang agar Pastikan Lolos ke 16 Besar

Baca juga: Drakor Recipe for Farewell, Dibintangi Han Suk Kyu, Tayang 1 Desember 2022

Dia sudah menyosialisasikan full day school pada orang tua.

Hasilnya sebagian besar menolak. 

"Alasannya anak-anak ada kegiatan keagamaan," katanya.

Ketua Kelompok Kerja Sekolah (K3S) Singkil, Meity Natingkase, mengakui kuatnya penolakan orang tua siswa. 

Namun, semua juga bergantung Dinas Pendidikan Manado. 

Suasana SD Negeri 114 Manado Sulawesi Utara
Suasana SD Negeri 114 Manado Sulawesi Utara (Arthur Rompis/Tribun Manado)

Tentang Manado

Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.

Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km⊃2;.

Wilayah perairan Kota Manado meliputi Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey Raih Anugerah Bank Indonesia Awards 2022

Baca juga: Bupati Bolsel Resmi Menutup Turnamen Sepak Takraw dan Voli di Desa Tolondadu Sulawesi Utara

Saat ini Kota Manado dipimpin oleh Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.(*)

Baca berita lainnya di: Google News.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved