Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Ukraina dan Rusia

Kabar Terkini Perang Rusia dan Ukraina, Pasukan Putin Hancurkan Daerah Kherson, 32 Orang Tewas

Kabar terbaru perang Rusia dan Ukraina. Pasukan Vladimir Putin hancurkan daerah Kherson. 32 orang dilaporkan tewas.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
AP PHOTO/RAMON HRYTSYNA
Kabar Terkini Perang Rusia dan Ukraina, Pasukan Putin Hancurkan di Kherson, 32 Orang Tewas. 

Komentar tersebut dilontarkan Medvedev setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia sebagai pelaku utama atas peledakan yang menewaskan dua warga sipil di wilayah lumbung biji-bijian yang berlokasi di desa timur Przewodow, dekat perbatasan Ukraina.

"Insiden itu membuktikan hanya satu hal: mengobarkan perang hibrida melawan Rusia, Barat bergerak lebih dekat ke Perang Dunia (III)," tulis Dmitry Medvedev di akun Twitternya pada Rabu (16/11/2022).

Senada dengan  Medvedev, wakil perwakilan Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy juga mengatakan hal serupa.

Dalam laporannya  Polyanskiy  menegaskan bahwa serangan rudal Polandia adalah bentuk nyata untuk memprovokasi konfrontasi militer antara NATO dan Moskow

Tak hanya itu Polyanskiy juga menyebut bahwa tuduhan yang dilayangkan ke negaranya dapat meningkatkan potensi eskalasi dari perang di kawasan Eropa, hingga mendorong munculnya spekulasi tentang adanya perang dunia ketiga antara Rusia dengan aliansi NATO, seperti yang dikutip dari Anadolu Agency.

"Sumber keraguan lainnya adalah histeria instan dari rezim Kyiv (Ukraina) dan tuntutan untuk menghukum Rusia," jelas Polyanskiy.

Tak lama dari meningkatnya ketegangan di wilayah Eropa, Polandia lantas mengeluarkan pernyataan bahwa ledakan mematikan yang menghantam fasilitas biji-bijian di kawasan perbatasannya, merupakan akibat dari tembakan sistem pertahanan anti-pesawat S-300 milik Ukraina.

Ilustrasi roket HIMARS. Ukraina menyerang pangkalan tentara bayaran kelompok Wagner Rusia.
Ilustrasi roket HIMARS. Ukraina menyerang pangkalan tentara bayaran kelompok Wagner Rusia. (Tribunnews.com/US Army)

Baca juga: UPDATE Perang Rusia-Ukraina: Hari ke-255 Putin Perintakan Warga Kherson Dievakuasi dari Zona Konflik

Meski begitu Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa insiden ledakan yang dilakukan Ukraina adalah hasil dari serangan yang tidak disengaja.

Dengan begini Ukraina tidak dapat disalahkan karena dianggap mempertahankan negara mereka dari serangan Rusia.

“Tapi izinkan saya menjelaskan, ini bukan kesalahan Ukraina. Rusia memikul tanggung jawab utama, karena melanjutkan perang ilegal melawan Ukraina,” kata Stoltenberg dikutip dari CNN International.

Ikuti dan Baca Berita Tribun Manado di Google News

Artikel ini tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved