Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Ilmuwan Menghidupkan Kembali Belasan Virus Purba yang Terkunci di Siberia

Para Ilmuwan ereka berhasil menghidupkan kembali virus dari sampel permafrost yang berusia sekitar 48.500 tahun.

Editor: Rizali Posumah
freepik via Kompas.com
Ilustrasi - Ilmuwan Menghidupkan Kembali Belasan Virus Purba yang Terkunci di Siberia. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada sejumlah virus yang terkunci di permafrost Siberia.

Dan virus purba tersebut telah dihidupkan kembali oleh sekelompok ilmuwan.

Di mana virus-virus tersebut terkubur di lapisan tanah beku itu sejak zaman es

Penelitian ini terdengar berisiko.

Namun tim peneliti percaya bahwa ini adalah ancaman yang patut diperhatikan.

Mengingat meningkatnya bahaya pencairan permafrost dan perubahan iklim.

Para peneliti menjelaskan bagaimana mereka mengidentifikasi dan menghidupkan kembali 13 virus dari lima clade berbeda.

Hal itu tertuang dalam sebuah makalah baru, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat,

Belasan virus ini diambil dari sampel-sampel yang dikumpulkan di timur jauh Rusia yang dingin.

Di antara tangkapan itu, mereka berhasil menghidupkan kembali virus dari sampel permafrost yang berusia sekitar 48.500 tahun.

Mereka juga menghidupkan kembali tiga virus baru dari sampel kotoran mamut beku berusia 27.000 tahun dan sepotong lapisan es yang terisi dengan wol mammoth dalam jumlah besar.

Trio virus ini diberi nama Pithovirus mammoth, Pandoravirus mammoth, dan Megavirus mammoth.

Dua virus baru selanjutnya diisolasi dari isi perut beku serigala siberia (Canis lupus).

Keduanya diberi nama Pacmanvirus lupus dan Pandoravirus lupus.

Virus-virus ini menginfeksi ameba, tidak lebih dari gumpalan bersel tunggal yang hidup di tanah dan air.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved