Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian

Renungan Harian Kristen, Ibrani 2:1, Jangan Terbawa Arus

Renungan harian Kristen hari ini mengenai jangan terbawa arus, yang terdapat dalam Ibrani 2:1.

Editor: Tirza Ponto
pexels.com
Renungan Harian Kristen, Ibrani 2:1, Jangan Terbawa Arus 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen hari ini mengenai jangan terbawa arus, yang terdapat dalam Ibrani 2:1, 

"Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus."

Tribunners,

Kesungguhan kita untuk membangun kehidupan rohani yang semakin kuat, seringkali menghadapi rintangan besar yang dikerjakan oleh iblis. Dengan tipu dayanya, iblis selalu berusaha supaya kita terbawa arus sehingga kita menjadi jauh dari Tuhan, tidak menaati perintah Allah, bahkan membuat kita menyia-nyiakan keselamatan dari Tuhan.

Memang sudah menjadi sifat manusia untuk mudah terbawa arus atau suasana yang menyenangkan daging; karena sebagian besar waktu yang kita jalani sangat berdampingan dengan hal-hal dunia.

Tetapi sebagai orang percaya, kita harus sadar bahwa Tuhan menghendaki agar iman kita tetap kokoh, sehingga kita tidak hanyut terbawa arus kelicikan iblis.

Salah satu kekuatan dan proteksi kita melawan iblis adalah Firman Tuhan. Itulah sebabnya, banyak ayat Alkitab yang mengajarkan supaya kita kuat dan tertanam dalam FirmanNya. Ini berarti, yang harus kita dengar dan perhatikan dengan teliti adalah perkataan Tuhan, bukan keinginan daging kita atau rayuan iblis.

Ketahuilah, saat seseorang membiarkan dirinya hanyut terbawa arus tipu daya iblis dan kesenangan duniawi, berarti ia telah mengabaikan kasih karunia Tuhan dan membiarkan serangan musuh memecahkan fondasi imannya; sehingga lambat laun hidupnya akan roboh dan hancur.

Saat kita menerima Kristus, kita harus memutuskan untuk menjadikan Dia Tuhan atas hidup kita. Kemudian, kita harus mengatur hidup kita dan berperilaku dalam kesatuan dengan Kristus (seperti Kristus). Jadi, tidak ada kasih karunia yang memberdayakan kita untuk hidup dalam dosa dan meninggalkan kehidupan yang menyenangkan Tuhan.

Kasih karuniaNya selalu dimaksudkan agar kita semakin tertanam kuat dan mendalam di dalam Kristus, untuk terus-menerus membangun iman percaya yang teguh.

Oleh sebab itu, kita harus memilih untuk menjadi serupa dengan Kristus dan berhenti mengikuti dunia, supaya ketajaman rohani kita tetap terjaga. Milikilah kepatuhan dalam tindakan dan perilaku terhadap nilai-nilai atau standar yang Allah tetapkan sebagai jalan menuju kehidupan yang memuliakanNya.

Ini berarti, apapun yang terjadi dan seberapa menariknya godaan yang datang; kita harus bekerjasama secara penuh dan lengkap dengan tuntunan dan petunjukNya. Kiranya Roh Kudus senantiasa memberi kita kekuatan dan kesanggupan untuk tidak terbawa arus dunia ini.

Haleluya. Tuhan Yesus menolong kita semua.

Baca juga: Cerita Alkitab, Yosua dan Bangsa Israel Runtuhkan Tembok Yerikho dengan Nyanyian

Baca juga: Cerita Alkitab, Kisah Gadis-gadis yang Bijaksana dan Gadis-gadis yang Bodoh

Baca juga: Cerita Alkitab, Kisah Kesepuluh Orang Kusta, Hanya Satu Orang yang Tahu Berterima Kasih

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved