Gempa Cianjur
5 Fakta Gempa Cianjur, Angkot Berisi Siswa Tertimbun Longsor, 162 Korban Meninggal, 326 Orang Luka
Simak 5 fakta terkait Gempa Cianjur berikut ini yang menyebabkan setidaknya 162 korban meninggal.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
Namun proses evakuasi masih akan dilakukan ditambah penanganan material longsor beserta pohon tumbang yang masih menutup jalan.
"Menurut keterangan yang di angkot itu ada 15 orang siswa anak sekolah yang baru pulang (sekolah) dan yang lainnya yang berteduh tadi kan hujan. Dan di bawahnya ada juga warung-warung itu tertimpa sama longsor. Angkot belum kelihatan, hanya badan truk saja yang sudah kelihatan," kata Hamid Suwardi.
Tim petugas gabungan ini melakukan penanganan dari dua sisi yakni dari Cianjur dan tim bantuan dari Bogor mengapit titik longsor yang menutup akses jalan Cianjur - Bogor.
2. Korban Meninggal 162 Jiwa, 326 Orang Luka, 13.784 Orang Mengungsi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat korban meninggal dunia dampak dari gempa bumi menjadi 162 jiwa.
Data BPBD Cianjur ini diungkap oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan anak-anak.
Emil menyebut banyak korban anak karena saat kejadian banyak siswa sekolah yang sedang belajar di madrasah atau pesantren.
"Nah, per malam ini (Senin) kita masih mengklasifikasi persentasenya tapi laporan di lapangan selalu menyebutkan secara kualitatif mayoritas anak-anak," tuturnya.
Selain korban meninggal, terdapat 326 orang luka berat dan ringan serta 13.784 orang mengungsi.
"Mayoritas patah tulang dan berhubungan luka karena tertimpa atau kena benda tajam," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengatakan penanganan para korban gempa di Cianjur dilakukan di tiga rumah sakit, yakni RSUD Sayang Cianjur, RSUD Cimacan, dan RS Bhayangkara Polri Cianjur.
3. Rumah Rusak Capai 2.345 Unit
Gempa Cianjur ini merupakan gempa darat sehingga berpotensi merusak.
Oleh karenanya terdapat rumah rusak dengan skala 60-100 persen berjumlah 2.345 unit.