Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sitaro Sulawesi Utara

Jelang Tahun Politik, Bupati Sitaro Evangelian Sasingen: Kiranya Gereja jadi Garam dan Terang

Tahun 2024 nanti, Indonesia termasuk Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bakal memasuki tahun politik.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Vian Hermanses/tribunmanado.co.id
Bupati Sitaro Evangelian Sasingen. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tahun 2024 nanti, Indonesia termasuk Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bakal memasuki tahun politik.

Dimana di tahun tersebut, beberapa agenda politik, baik itu Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan bergulir.

Meski pesta demokrasi itu nanti bergulir di tahun 2024, namun tensi terhadap suasana politik diperkirakan akan mulai terasa pada tahun 2023 mendatang.

Terkait hal itu, Bupati Evangelian Sasingen mengingatkan semua pihak, khususnya kalangan gereja untuk menyikapi kondisi di tengah tahun politik mendatang.

"Kemudian yang ada sekarang, kita ketahui bersama bahwa kita akan memasuki tahun politik," kata bupati saat menghadiri pembukaan Sidang Istimewa Sinode GMIST ke III di Jemaat Baitani Bebali.

"Dengan adanya sidang sinode ini, dengan adanya gereja, maka kami berharap jadilah Garam dan Terang dalam ajang politik nanti," sambungnya.

Menurut Sasingen, gereja sebagai kumpulan orang-orang percaya harus mampu menjadi Garam dan Terang bagi semua pihak dalam menghadapi tahun politik.

"Berkaca pada daerah-daerah lain, karena politik ada perpecahan. Jangan sampai kita seperti itu. Tapi saya yakni dan percaya, kita telah dewasa dalam berpolitik," ujar Sasingen.

Selaku pimpinan daerah, bupati juga menitipkan beberapa hal terkait program pembangunan daerah maupun hubungan antara pemerintah dan gereja sebagai mitra bersama.

Mulai dari persoalan inflasi sebagai dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), trend peningkatan angka Covid-19 hingga masalah lingkungan.

Hal-hal tersebut, sambung Sasingen perlu disampaikan mengingat keberadaan pemerintah dan gereja ibarat cadik (penyeimbang) yang terdapat pada sisi kanan dan kiri sebuah perahu

"Dia (perahu) tidak akan jalan ketika cadiknya hanya ada di sebelah kiri. Dia akan jalan normal ketika punya dua cadik, baik di sisi kanan maupun kiri," ungkap Sasingen. (HER)

Baca juga: Satu Atlet Alami Cedera Kepala, Partai Sanda Wushu di Porprov Sulut 2022 Berlansung Keras

Baca juga: Pengamat: Pemilu 2024 Pemilih Milenial Capai 58 Persen, Tetap Ada Politik Identitas

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved