Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Polri

10 Kasus 2022 yang Coreng Nama Polri, dari Ferdy Sambo, Minahasa, hingga Polisi Selingkuh Istri TNI

Berikut 10 kasus besar yang melibatkan Polri di tahun 2022 ini dan tentunya membuat nama Polri tercoreng.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
kolase Tribunmanado/ HO
10 Kasus 2022 yang Coreng Nama Polri, dari Ferdy Sambo, Minahasa, hingga Polisi Selingkuh Istri TNI 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Indonesian National Police) ( Polri ) kembali tercoreng.

Belum selesai kasus yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, kini muncul lagi kasus baru yang melibatkan anggota Polri.

Terbaru seorang anggota Polri yang melakukan pengamanan KTT G20 Bali berinisial FNS tewas ditikam setelah memesan cewek di aplikasi MiChat.

Selain itu, ada juga sejumlah kejadian besar yang terjadi pada 2022 yang membuat institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu tercoreng.

Berikut 10 kasus besar yang melibatkan Polri di tahun 2022 ini dan tentunya membuat nama Polri tercoreng.

1. Kasus Ferdy Sambo

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan bahwa usai terungkapnya kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo cs, masyarakat mulai meragukan integritas seorang polisi.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membeberkan bahwa peristiwa pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat membuat nama polri tercoreng.

Bahkan karena peristiwa ini, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sangat jauh menurun dan menjadi catatan tersendiri bagi Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Terkait kepercayaan masyarakat terhadap institusi polri, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting dan saya minta untuk betul-betul ditindaklanjuti," ujarnya.

"Pascaterjadinya peristiwa duren tiga angka kita langsung anjlok, diangka 28 persen. Dan kemarin pada penetapan FS sebagai tersangka angkanya naik jadi 78 persen," tambahnya.

Kata Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo apa yang mereka jalani saat ini, yaitu mengungkap kasus pembunuhan brigadir J adalah pertaruhan bagi Polri.

"Harapan kita angka 78 itu minimla sama atau naik sesuai arahan Bapak presiden bahwa kita tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai dengan fakta, ungkap kebenaran apa adanya. Itu jadi pegangan kita," ujarnya.

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan terima kasih banyak untuk timsus yang sudah mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J secara teran benderang.

"Terima kasih timsus yang telah bekerja dan saya harapkan untuk timsus untuk betul-betul bekerja maksimal. Sehingga nanti kita bisa tentukan, beberapa orang yang masuk kelompok pidana utama pembunuhan, mana yang obstruck, mana yang melanggar kode etik. Semua itu nanti akan kita ungkap ke publik," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved