BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB HARI INI - Yesaya 42: 4 Dia Tidak Akan Gagal

Henokh berjalan dengan Allah, dan dunia tidak mengenalnya. Nuh diejek sebagai seorang fanatik dan seorang yang membuat gelisah.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
BACAAN ALKITAB HARI INI - Yesaya 42: 4 Dia Tidak Akan Gagal
Timesofisrael.com
Nabi Yesaya, dalam sebuah ilustrasi

Rabu, 16 November

Ayat Inti: Yesaya 42: 4
"la sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya."

TRIBUNMANADO.CO.ID -  ”Kristus mengetahui semua yang disalahartikan dan disalahgambarkan oleh manusia. Anak-anak-Nya sanggup menunggu dengan kesabaran dan keyakinan yang tenang betapa dihina dan dianggap rendah pun mereka itu, karena tidak ada rahasia yang tidak akan dinyatakan, dan mereka yang menghormati Allah akan dihormati oleh-Nya di hadapan manusia dan malaikat-malaikat. ... Habel, orang Kristen pertama dari anak-anak Adam, mati syahid.

Henokh berjalan dengan Allah, dan dunia tidak mengenalnya. Nuh diejek sebagai seorang fanatik dan seorang yang membuat gelisah. ... "Orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa, dan tidak mau menerima pembebasan; supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik." Pada setiap zaman para utusan pilihan Allah telah dicela dan dianiaya, namun lewat penderitaan mereka pengetahuan akan Allah telah di sebarluaskan.

Kisah Nabi Yesaya, Penasehat Raja Hizkia yang Miliki Pengaruh Keagamaan hingga Panggilan Kenabian
Kisah Nabi Yesaya, Penasehat Raja Hizkia yang Miliki Pengaruh Keagamaan hingga Panggilan Kenabian (Ist)

Setiap murid Kristus harus terjun ke dalam barisan itu dan melaksanakan pekerjaan yang sama, karena ia tahu bahwa musuhnya tak dapat berbuat apa-apa menentang kebenaran, tetapi justru untuk kebenaran.

Allah bermaksud supaya kebenaran dinyatakan dan menjadi pokok ujian dan diskusi, bahkan melalui hinaan yang diberikan kepada kebenaran itu.

Pikiran orang harus digerakkan, setiap pertentangan, setiap celaan, setiap upaya untuk membatasi kebebasan hati nurani, adalah alat Allah untuk membangunkan pikiran yang tanpa itu bisa tertidur.” ~Khotbah di Atas Bukit, hlm. 42, 43.

Baca juga: RENUNGAN KRISTEN - Kepastian Keselamatan, Menjadi Warga Kerajaan Allah

Baca juga: RENUNGAN MALAM - Ulangan 33: 29 Dia Adalah Perisai dan Pedang Kita

”Kristus tidak akan pernah meninggalkan jiwa yang untuknya Dia telah mati. Orang bisa meninggalkan-Nya dan dijejali dengan pencobaan, tetapi Kristus tidak pernah dapat meninggalkan orang yang untuknya Dia telah membayar tebusan dari hidup-Nya sendiri.

Sekiranya pandangan rohani kita dibangunkan Kita akan melihat malaikat-malaikat terbang cepat untuk menolong orang-orang yang dicobai ini, bagaikan orang di tepi sebuah tebing curam.” ~ Khotbah di Atas Bukit, hlm. 134.

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved