BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB - Galatia 6:4-5 Memikul Tanggungan Sendiri

Jika ada orang yang lagi kesusahan, mereka akan bergirang dan terkadang munafik, pura-pura berempati padahal

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

 Galatia 6:4-5
TRIBUNMANADO.CO.ID - Di zaman now, banyak orang yang suka _"kepò"_ (suka mencari tahu urusan orang lain). Bahkan banyak di antaranya yang "GU" (gila urusan) sesamanya. Mereka bukan hanya GU, tapi suka mengganggu ketenangan dan kesenangan orang lain. Kebiasaan mereka buruk. Karena mereka susah melihat orang senang dan senang lihat orang susah.

Jika ada orang yang lagi kesusahan, mereka akan bergirang dan terkadang munafik, pura-pura berempati padahal ingin cari tahu urusan ataupun masalah orang lain, dan mau mencampurinya hingga mengacaukan situasi. Orang yang dalam keadaan baik-baik, diusili, diganggu dan dikacaukan dengan rancangan mereka yang jahat.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Modus hidup aeperti ini ternyata juga terjadi di zaman jemaat mula-mula. Tak terkecuali di jemaat Galatia. Paulus mendapati banyak anggota jemaat yang suka mengganggu orang lain. Bukannya menolong sesama yang kekurangan dan kesusahan, malah menambah beban mereka.

Selain itu, mereka merendahkan harkat dan martabat sesamanya yang kesusahan, kemudian memegahkan diri dengan membandingkan keadaan mereka dengan sesama. Maka terjadilah kesombongan dan perasaan tinggi hati yang merendahkan orang lain.

Paulus menasihati mereka agar tidak perlu membanding-bandingkan keadaan mereka dengan orang lain yang sedang berkekurangan bahkan sedang menderita. Kemegahan yang adalah kesombongan diri itu diminta oleh Paulus untuk ditanggalkan.
Adalah tidak etis dan tidak elok membandingkan keadaan hidup kita dengan sesama.

Apalagi mereka yang berkekurangan dan sedang menderita. Paulus meminta agar setiap orang di jemaat Galatia menguji dirinya, mengevaluasi dan introspeksi dirinya sendiri. Bukan mengurus urusan orang lain.

Jadi, siapa yang bermegah hendaklah dia bermegah atas dirinya sendiri tanpa mengukur sekaligus merendahkan keadaan sesama.

Paulus menegaskan bahwa setiap orang memikul tanggungan sendiri. Kita tidak boleh memandang rendah apalagi menghina sesama. Uruslah diri kita masing-masing tanpa mencampuri urusan orang lain.

Apalagi memandang rendah mereka dalam segala kekurangan dan kelemahannya, kemudian kita memegahkan diri di tengah kesulitan hidup mereka.

Silahkan memegahkan diri sendiri, tetapi kita harus tahu diri bahwa apa yang kita punya berasal dari Allah dan milik-Nya sendiri.

Sebab kita hanya menumpang di dunia ini. Segalanya berasal dari Allah dan milik-Nya. Karena itu hendaklah kemegahan kita adalah kemegahan akan Allah.

Demikian firman Tuhan hari ini.

"Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
  Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri." (ay 4, 5)

Nilailah pekerjaan kita sendiri menurut standar atau patokan firman Allah. Apakah sudah benar apa yang kita kerjakan dan lakukan? Jangan usil dengan urusan orang lain. Kalau orang lain berkekurangan, mereka harus diperlengkapi oleh kita. Bukan kita nilai dan banding-bandingkan dengan kelebihan dan karunia Allah berikan pada kita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved