Cerita Alkitab
Kisah Salomo, Raja yang Bijaksana dalam Mengambil Keputusan
Simak kisah dari Salomo yang merupakan Raja yang bijaksana dalam mengambil keputusan.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak Cerita Alkitab tentang kisah Salomo berikut ini.
Salomo merupakan anak dari Raja Daud.
Daud merupakan Raja yang menggantikan Saul sebagai Raja Israel.
Setelah Daud mati, Salomo menggantikan posisi sang ayah.
Salomo merupakan sosok raja yang dikenal sangat bijaksana dalam memimpin bangsanya.
Terungkap sebelum Daud meinggal, ia sempat memberi pesan kepada sang anak, Salomo.
Apa isi pesan Daud tersebut?
Pesan Daud itu dapat kita lihat dalam Alkitab Perjanjian Lama 1 Raja-raja 2 ayat 2 yang berisi,
"Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki."
Daud juga berpesan agar Salomo tetap setia kepada Tuhan Allah, dan mengikuti setiap perintah dan ketetapanNya.
Ibunya bernama Batsyeba binti Eliam.
Riwayat Salomo terutama diketahui dari catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, yang diyakini paling lambat dilengkapi pada abad ke-4 SM, dan didukung oleh tulisan-tulisan Yahudi dan Kristen Sejumlah peninggalan arkeologis membuktikan sejumlah fakta yang disebutkan dalam catatan-catatan kuno tersebut.
Menurut 2 Tawarikh 1:1-13 Salomo dikisahkan sebagai raja yang bijaksana.
Kebijaksanaannya itu diperolehnya karena anugerah Tuhan.
Kitab Amsal, Pengkotbah, dan Kidung Agung dipercaya ditulis oleh Raja Salomo
Salomo masih belasan tahun ketika ia menjadi raja.
Ia mencintai Allah, dan ia menuruti nasihat bagus yang diberikan kepadanya oleh Daud ayahnya.
Allah senang kepada Salomo, dan karena itu pada suatu malam Ia berkata kepada Salomo dalam mimpi, ’Salomo, apa yang kauinginkan untuk Kuberikan kepadamu?’
Kisah Raja Salomo Saat Memimipin Bangsa Israel
Mendengar ini Salomo menjawab, ’Tuhan, Allahku, aku masih sangat muda dan aku tidak tahu bagaimana mestinya memerintah.
Maka kiranya Engkau memberikan hikmat untuk memerintah umat-Mu dengan cara yang benar.’
Tuhan senang akan apa yang diminta oleh Salomo.
Maka Ia berkata, ’Karena engkau telah meminta hikmat dan bukan umur panjang atau kekayaan, maka Aku akan memberikan kepadamu hikmat yang lebih banyak daripada yang pernah dimiliki oleh siapa saja yang pernah hidup.
Tapi aku juga akan memberikan kepadamu apa yang tidak kau minta, yaitu kekayaan dan kemuliaan.’
Tidak lama kemudian dua wanita datang kepada Salomo. Mereka mengalami kesulitan yang sukar diatasi.
’Wanita ini dan aku tinggal di rumah yang sama,’ seorang dari keduanya menjelaskan. ’Aku melahirkan anak lelaki, dan dua hari kemudian ia juga melahirkan bayi lelaki.
Lalu pada suatu malam bayinya meninggal. Tetapi ketika aku sedang tertidur, ia menaruh anaknya yang sudah mati di dekatku dan mengambil bayiku.
Ketika aku terbangun dan melihat anak yang mati itu, aku tahu bahwa itu bukan anakku.’
Mendengar itu wanita yang lain berkata, ’Tidak! Anak yang hidup itu saya punya, dan yang mati itu anaknya!’ Wanita yang pertama menjawab, ’Tidak! Anak yang mati itu kau punya, dan yang hidup itu aku punya!’ Begitulah kedua wanita itu bertengkar.
Apa yang akan dilakukan oleh Salomo?
Ia menyuruh diambilkan pedang, dan ketika pedang itu sudah ada, ia berkata, ’Penggallah bayi yang hidup itu menjadi dua, dan berikan separuh kepada masing-masing wanita ini.’
’Jangan!’ teriak ibu yang sebenarnya dari bayi itu. ’Mohon jangan dibunuh bayi itu.
Berikanlah kepadanya!’ Tapi wanita yang lain berkata, ’Jangan berikan kepada siapa pun; penggallah.’
Akhirnya Salomo berbicara, ’Jangan bunuh anak itu! Berikanlah kepada wanita yang pertama.
Dialah ibunya yang sebenarnya.’ Salomo tahu hal ini sebab ibu yang sebenarnya mencintai bayi itu sampai-sampai ia rela memberikannya kepada wanita yang lain supaya anak itu tidak dibunuh.
Ketika rakyat mendengar bagaimana Salomo mengatasi kesulitan itu, mereka bersukacita mendapat raja yang begitu bijaksana.
Selama pemerintahan Salomo, Allah memberkati bangsa itu.
Tanah mereka menumbuhkan banyak sekali gandum dan jelai, buah anggur dan ara serta makanan lainnya.
Rakyat memakai pakaian yang bagus dan tinggal di rumah yang bagus.
Setiap orang mempunyai lebih dari cukup. (redaksi Tribun Manado)
Baca juga: Cerita Alkitab, Yosua dan Bangsa Israel Runtuhkan Tembok Yerikho dengan Nyanyian
Baca juga: Cerita Alkitab, Kisah Gadis-gadis yang Bijaksana dan Gadis-gadis yang Bodoh