Bolsel Sulawesi Utara
Perbandingan Data Kasus Kekerasan Anak di Bolsel Sulawesi Utara Tahun 2021 dan 2022
Perbandingan Data Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Bolsel Sulawesi Utara Tahun 2021 dan Tahun 2022.
Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Perbandingan data kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) pada tahun 2021 dan 2022.
Di mana, hingga Oktober 2022, sudah ada 10 kasus Kekerasan terhadap anak di Bolsel.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak (PA), Siti Mardatillah Van Gobel, kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (9/11/2022).
“Sampai dengan bulan Oktober tahun 2022 itu sampai sudah 10 kasus,” ujar Siti Mardatillah Van Gobel mewakili Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel Suhartini Damo melaui
Kabid Siti Mardatillah mengatakan, rata-rata merupakan kasus cabul.
“Iya, dari 10 kasus itu semua pencabulan anak,” jelas Siti Mardatillah.
Siti Mardatillah menyampaikan, untuk data tahun 2021 tercatat belasan kasus.
“Di tahun 2021 kemarin itu ada 11 kasus anak,” ungkap Siti Mardatillah
Siti Mardatillah mengatakan, pihaknya tentu sudah melakukan upaya-upaya agar tidak terjadi hal tersebut.
“Diberikan sosialisasi, kemudian memberikan edukasi ke sekolah-sekolah.
Selain itu, kami ada grub, di dalam grub itu ada dari dinas, PP dan PA, ada juga Polres, Psikolog, Dinsos, kepala kepala OPD terkait,” jelas Siti Mardatillah.
“Selain itu, ada pula yang namanya Forum anak daerah (FAD).
Nah, mereka sebagai pelopor dan pelapor. Kami bekerja sama juga,” tambah Siti Mardatillah.
4 cara agar anak terhindar dari kekerasan asusila.
Dilansir dari laman Paudpedia Kemendikbud Ristek, berikut cara mengajarkan anak agar terhindar dari kekerasan asusila:
1. Ajari anak tidak berinteraksi dengan orang asing
Berikan pemahaman tentang cara melindungi diri saat menjumpai orang yang mencurigakan.
Walaupun mereka masih kecil, tidak menutup kemungkinan mereka mendapatkan pelecahan ataupun kekerasan seksual.
Oleh karena itu perlu memberikan edukasi kepada buah hati tentang cara-cara untuk melindungi diri apabila menjumpai orang-orang yang mencurigakan.
Seperti memegang bagian tubuh yang tidak wajar dan tidak seharusnya disentuh, ataupun mengajak ke tempat yang sepi.
2. Ajari anak untuk speak up
Pelaporan dan pengungkapan pelaku, baik yang dikenal maupun tidak dikenal.
Salah satu kendala dalam mengungkap kekerasan seksual pada anak ialah ketidakberanian anak menceritakan atau mengungkapkan kejadian yang telah menimpanya karena takut dimarahi, tidak diterima, dikucilkan dan lain sebagainya.
Oleh karena itu orangtua maupun guru sebaiknya dapat mendorong dan membiasakan anak untuk selalu terbuka menceritakan kejadian-kejadian yang mereka alami.
Dengan demikian maka perlu menciptakan rasa aman dan nyaman saat anak bercerita.
3. Proteksi dini dimulai dari pakaian
Biasakan anak untuk menggunakan pakaian yang tertutup terutama di area sensitif. Meski beberapa.
Pakaian anak-anak sangat menggemaskan, namun hal itu bisa berbahaya bagi anak-anak.
Sebab, masih banyak pelaku kekerasan atau pelecehan memandang anak-anak dengan pakaian minim meningkatkan hawa nafsu mereka sendiri.
Oleh karena itu, membiasakan anak untuk memakai pakaian tertutup perlu dilakukan sedini mungkin.
4. Temani anak saat bermain di luar rumah
Jangan biarkan anak bermain di luar rumah tanpa adanya pengawasan dari orangtua, karena bisa saja saat anak keluar dari rumah mereka bertemu dengan orang yang berniat kurang baik terhadapnya.
Misalnya mempengaruhi anak dengan memberikan cemilan atau dibawa ke tempat yang tidak mudah dijangkau oleh orangtua.
Dari 4 hal penting tersebut, orang tua kini harus makin memproteksi anak-anak dan ajari anak mengenal bagian tubuh yang perlu dilindungi. (Dra)
• Jelang Piala Dunia 2022 Qatar, Warga Manado Sulawesi Utara Mulai Perang Bendera
• Resep dan Cara Membuat Sup Kepiting Jagung Ala Restoran Mahal Dirumah, Cocok Jadi Santapan Keluarga
• Chord Gitar dan Lirik Lagu Rasah Bali - LAVORA feat Ena Vika, Opo Ora Ngerti Roso Ati Iki