Sulawesi Utara
Pengangguran karena Pandemi Covid-19 di Sulawesi Utara Berkurang 1.900-an Orang
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, jumlah pengangguran akibat Covid-19 di Sulawesi Utara per Agustus 2022 berkurang
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Angka pengangguran di Sulawesi Utara yang diakibatkan pandemi Covid-19 berkurang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, jumlah pengangguran akibat Covid-19 di Sulawesi Utara per Agustus 2022 berkurang.
Baca juga: Berantas Mafia Tanah, BPN Sulawesi Utara Bangun Komunikasi 4 Pilar dengan Sejumlah Stakeholder
Baca juga: Kasus Kebaya Merah, Masa Lalu Kelam Pemeran Wanita, Pernah Jadi Korban Kebejatan Ayah Tiri
Dari 14 ribuan orang di Agustus 2021, kini tinggal 1.800 lebih orang.
"Sejalan dengan itu, penduduk usia kerja terdampak Covid-19 berkurang dari 203 ribuan orang pada Agustus 2021 tinggal 46 ribuan tahun ini," kata Kepala BPS Sulawesi Utara, Asim Saputra, Selasa (08/11/2022).
Mereka yang sementara tidak bekerja karena Covid-19 juga berkurang per Agustus 2022. Dari 9800 sekian orang dan kini tinggal 1.400 orang lebih.
Selain itu, mereka yang bekerja dengan pengurangan jam akibat Covid-19 juga berkurang drastis.
"Jika Agustus 2022, sebanyak 170 ribu orang lebih, saat ini tinggal 41 ribuan orang," kata Asim.
Lanjut dia, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Administrasi Pemerintahan (14,89 ribu orang).
Sektor konstruksi mengalami penurunan terbesar yakni 3,72 persen poin dari Agustus 2021.
Sebanyak 473,83 ribu orang (40,85 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 1,55 persen poin dibanding Agustus 2021.
Persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan, masing-masing sebesar 2,53 persen poin dan 4,15 persen poin dibandingkan Agustus 2021.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 6,61 persen, turun sebesar 0,45 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.
Terdapat 46,27 ribu orang (2,35 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19.
Selama Agustus 2021 – Agustus 2022, lapangan usaha pertanian masih menjadi sektor tertinggi penyerap tenaga kerja.
Di mana sebanyak 281,77 ribu orang bekerja di sektor tersebut.