Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bursa Capres

Demokrat Sebut AHY ''Harga Mati'' Cawapres, Ungkap Alasan Koalisi Belum Umumkan Pendamping Anies

Partai Demokrat terus memperjuangkan ketua umumnya yakni Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai cawapres.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunnews.com
Capres NasDem Anies Baswedan dan Ketum Demokrat, AHY. Pengamat Sebut AHY Batal Jadi Cawapres Dampingi Anies, Koalisi Demokrat, NasDem dan PKS Bubar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Partai Demokrat terus memperjuangkan ketua umumnya yakni Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai cawapres.

 AHY dimajukan agar bisa berduet dengan jadi pendamping Anies Baswedan di 2024.

Menurut Anggota DPR yang juga Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur Irwan Fecho, AHY jadi cawapres sudah sesuai amanat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat.

Di Rapimnas Demokrat, AHY diusung sebagai kontestasi Pilpres 2024.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pun, Irwan menyinggung dalam hasil survei juga mendukung modal AHY maju di 2024.

"Itu kan amanat Rapimnas dan juga berdasarkan fakta yang dikonfirmasi oleh survei. Memang faktanya begitu," kata Irwan dalam acara rilis Survei Nasional Opini Publik Capres-Cawapres & Partai Politik Pemilu 2024, di Hotel Morissey, Jakarta Pusat, Minggu, 6 November 2022.

Figur AHY, sambung Irwan, mampu mendongkrak partai Demokrat dan membawa partai tersebut tetap relevan dengan kepentingan rakyat.

Irwan mengklaim hampir semua survei menempatkan AHY sebagai salah satu calon dengan elektabilitas bagus sebagai cawapres.

"Hampir semua survei menempatkan cawapres (AHY) tertinggi, termasuk survei ini (acara tersebut)," tuturnya.

Baca juga: Tidak Menyerah dengan Keadaan, Vaksin Booster COVID-19 Dilanjutkan Oleh Dinkes Sangihe

Baca juga: Pelaku Seni dan Budaya Sunda Deklarasikan Ganjar Pranowo Capres 2024  

 Pun saat dipasangkan Anies-AHY, banyak survei jelasnya, mampu mengimbangi Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam elektabilitas capres-cawapres.

Hal yang semakin membuat Partai Demokrat percaya diri adalah karena AHY juga masuk dan sejalan ihwal kriteria pasangan cawapres yang sempat disebut Anies beberapa waktu lalu.

"Pun begitu dipasangkan, Anies-AHY mampu mengimbangi pasangan Prabowo juga Ganjar dalam rentang margin of error," jelas Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini.

"Maksud saya ini fakta yang tidak bisa dibantah dan masih pararel juga dengan syarat yang disampaikan oleh Anies," tambahnya. 

Ditegaskan oleh Irwan, hingga saat ini Demokrat dan kedua partai koalisi yang juga menggadang-gadang Anies sebagai capres, yakni Partai Nasional Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), masih terus bertemu dan saling melengkapi komitmen.

"Terus mereka bertemu, dan makin melengkapi komitmen antar parpol koalisi termasuk juga tadi bagaimana kampanye pemilu kemudian bagaimana bisa memenangkan suara rakyat," tegasnya. 

Spanduk Anies-Aher Bertebaran, Demokrat Pamer Relawan Anies-AHY Juga Bermunculan 

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra merespons munculnya spanduk dukungan untuk Anies Baswedan dan Ahmad Heryawan pada pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Herzaky Mahendra Putra mengatakan sejumlah relawan pendukung Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga sudah bermunculan di berbagai daerah. 

"Di berbagai pelosok Indonesia lainnya juga sudah bermunculan relawan Anies-AHY yang mendeklarasikan diri," kata Herzaky Mahendra Putra kepada Tribunnews.com, Kamis (3/11/2022).

Ia menyebut beberapa relawan Anies-AHY yang mendeklarasikan diri tersebut sudah sampai ke daerah Pontianak, Kalimantan Barat, dan Ambon, Maluku.

"Bukan hanya di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa dan Sumatra," ujar Herzaky.

Kendati demikian, Herzaky menuturkan Partai Demokrat menganggap munculnya spanduk Anies-Aher bentuk banyaknya masyarakat punya harapan besar ke koalisi perubahan. 

"Jadi, di mana-mana, wajah tokoh-tokoh koalisi perubahan dimunculkan oleh masyarakat," ungkap dia. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan aspirasi itu menunjukkan kuatnya angin perubahan yang didorong masyarakat akar rumput, bukan sekedar agenda elit.

"Bagi kami, ini tentu semakin menguatkan motivasi kami untuk terus konsisten bersama rakyat memperjuangkan perubahan dan perbaikan," imbuh Herzaky.

Sebelumnya, spanduk Anies-Aher bertebaran di sejumlah lokasi di Kota Solo yang selama ini dijuluki 'Kandang Banteng', Selasa (1/11/2022).

Pengamatan TribunSolo.com, spanduk dominan berwarna biru tua dengan panjang 1x4 meter itu berisi tulisan 'Anies-Aher 2024 Bersatu Bersama untuk Indonesia'.

Adapun foto mantan Gubernur DKI Jakarta dan mantan Gubernur Jawa Barat itu tampak mengenakan kemeja warna putih.

Lokasi ada di Jalan RM Said, Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari atau tepatnya di seberang selatan kantor Kelurahan Ketelan.

Sementara spanduk lain di Jalan Veteran, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan.

Siapa yang memasang belum diketahui, hanya di bagian atas dan bawa ada sebuah identitas Jaringan Kerakyatan (Jangkar) Nusantara.

Termasuk membubuhkan alamat Jangkar Nusantara di media sosial.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demokrat Sebut AHY Jadi Cawapres Anies Baswedan 'Harga Mati': Itu Amanat Rapimnas & Berdasar Fakta, https://www.tribunnews.com/mata-lokal-memilih/2022/11/07/demokrat-sebut-ahy-jadi-cawapres-anies-baswedan-harga-mati-itu-amanat-rapimnas-berdasar-fakta?page=all.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved