RHK Senin 7 November 2022
BACAAN ALKITAB - Keluaran 20:4-6 Jangan Menyembah ilah Lain
Tidak ada allah seperti Allah kita dan tidak ada tuhan seperti Tuhan kita. Dia amat sangat mahakuasa.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Keluaran 20:4-6
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tidak ada allah seperti Allah kita dan tidak ada tuhan seperti Tuhan kita. Dia amat sangat mahakuasa. Kemahakuasaan-Nya tiada terbatas oleh apapun juga. Juga tiada terkira. Dialah yang merancang dan menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Dialah pemilik dan pengendali segala sesuatu, bumi dengan segala yang terkandung di dalamnya. Dialah Allah, Bapa yang kita kenal dalam Tuhan Yesus Kristus.
Kita adalah manusia yang paling beruntung di antara manusia lainnya karena memiliki Allah, Bapa, yang bukan hanya mahakuasa, tapi juga amat sangat mahakasih kepada umat ciptaan-Nya.
Dia telah menyerahkan segalanya untuk kita. Bahkan nyawa-Nya dan seluruh hidup-Nya diserahkan sepenuhnya untuk keselamatan kita. Dia mengasihi dan memberkati kita secara heran dan luar biasa. Tak terbatas kasih-Nya bagi kita.
Tapi Dia membenci pengkhianat yang menduakan Dia. Para penyembah berhala, penyembah patung atau ilah lain dalam bentuk apapun juga adalah penghianat dan sangat dibenci-Nya. Karena Dia adalah Allah pencemburu. Siapa yang menyembah ilah lain, akan dihukum-Nya. Sebab itu adalah kekejian di hadapan Tuhan.
Ketika bangsa Israel berada di Mesir, hingga perjalanan pengembaraan mereka di padang gurun, mereka memang masih sering menyembah berhala. Mereka membuat patung sebagai berhala yang disembah.
Padahal semuanya itu semu. Hanya buatan manusia yang tidak berdaya dan mati. Allah telah memimpin mereka dalam arak-arakan besar menuju tanah Kanaan. Allah mengajarkan menyembah Dia dan hidup menurut kehendak-Nya.
Hanya Dialah satu-satunya Tuhan. Di luar Dia semua hampa belaka. Tak ada gunanya. Adalah manusia paling bodoh jika kita menyembah buatan tangan sendiri. Menyembah ilah lain adalah penghinaan bagi diri sendiri. Sebab di luar Tuhan adalah kebodohan dan kejijikan. Allah tidak ingin umat-Nya tersesat. Karena itu, Allah mengeluarkan hukum kepada umat-Nya agar tidak lupa diri dan tidak tersesat menuju kebinasaan karenanya.
Kita adalah umat pilihan Allah yang diberkati dan dikasihi-Nya tanpa batas. Maka hendaklah kita hidup kudus, tidak berkhianat dengan mengadakan atau tunduk pada ilah lain dalam bentuk apapun juga.
Itu adalah perzinahan yang keji di hadapan Tuhan.
Kita harus menjauhkan diri dari penyembahan berhala, patung dan kepercayaan kepada ilah lain dalam bentuk apapun. Sebab kita telah berikrar percaya dan beriman kepada-Nya. Kita telah diistimewakan-Nya dalam segala hal. Maka janganlah mengilahkan Allah lain.
Dalam praktik hidup kita sebagai umat-Nya banyak kali mengingkari dan mengkhianati kasih dan pengorbanan-Nya. Kita sering lebih banyak meninggalkan Dia.
Kita cenderung mengutamakan bahkan mengilahkan orang, barang, jabatan, kedudukan, kehormatan, harta kekayaan dll, daripada Tuhan. Kita lupa daratan. Kita menomorduakan yang telah mengutamakan kita. Inilah antara lain praktik penyembahan kepada ilah lain atau ilah baru dalam bentuk yang lain. Tuhan membenci itu.
Kita memang tidak mendirikan patung tuangan atau fisik berhala, tapi secara praktikal telah mengilahkan yang bukan Tuhan. Bahkan dalam kekinian, hidup kita sering lebih banyak dikuasai oleh teknologi, bukan Tuhan lagi. Teknologi menjadi pengendali hidup kita, bukan Tuhan.
Teknologi menjadi yang utama, bukan Tuhan. Kita menganggap teknologi segalanya, bukan Tuhan. Padahal teknologi itu semuanya berasal dari Allah, baik bahannya maupun sumberdaya yang menemukan atau yang membuatnya. Sebab Sumber dari segala sumber teknologi dan segala hal di bumi ini adalah Tuhan. Bukan teknologi itu sendiri. Jadi jangan salah kaprah.
Jangan jadikan ilah baru yang menyerupai apapun. Jangan mengidolakan dan mengagungkan yang semu dan hampa, yang tiada berdaya. Tapi, agungkan, puji, sembah dan muliakanlah Dia saja, Allah dan Tuhan kita dalam Tuhan Kristus Yesus. Hanya Dialah yang layak diidolakan, diagungkan, disembah dan dimuliakan selamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Cerita-Alkitab-Tentang-Kisah-Tuhan-Yesus-yang-Dicobai-Iblis-Saat-di-Padang-Gurun.jpg)