Sains

Penelitian Baru dari Universitas di Australia: Kekurangan Vitamin D Terkait dengan Kematian Dini

Penelitian Baru dari Universitas di Australia: Kekurangan Vitamin D Terkait dengan Kematian Dini.

Editor: Rizali Posumah
hand over
Ilustrasi - Penelitian Baru dari Universitas di Australia: Kekurangan Vitamin D Terkait dengan Kematian Dini. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kekurangan vitamin D ada kaitannya dengan kematian dini. 

Hal tersebut sebagaimana yang terungkap dalam penelitian terbaru yang dari University of South Australia.

Para peneliti dari universita ini menemukan bukti kuat untuk mendorong seruan bagi orang-orang mengikuti pedoman tingkat vitamin D yang sehat.

Hasil penelitian mereka ini  diterbitkan di Annals of Internal Medicine. 

Judul laporan tersebut yakni, Vitamin D Deficiency Increases Mortality Risk in the UK Biobank A Nonlinear Mendelian Randomization Study" belum lama ini.

"Ini adalah vitamin yang kita dapatkan dari matahari.

Namun meskipun ketersediaannya cukup, satu dari tiga orang dewasa di Australia -tempat penelitian dilakukan, masih menderita kekurangan vitamin D ringan, sedang atau berat," ujar para peneliti.

Penelitian ini menemukan bahwa semakin parah kekurangan vitamin D, semakin besar risiko kematian.

Vitamin D adalah nutrisi penting yang membantu menjaga kesehatan dan menjaga tulang dan otot kita kuat dan sehat.

Penulis pertama dan kandidat PhD University of South Australia, Josh Sutherland, mengatakan sementara vitamin D telah dikaitkan dengan kematian, telah menantang untuk menetapkan efek kausal.

"Sementara kekurangan vitamin D yang parah lebih jarang terjadi di Australia daripada di tempat lain di dunia, itu masih dapat mempengaruhi mereka yang memiliki kerentanan kesehatan, orang tua, dan mereka yang tidak memperoleh cukup vitamin D dari paparan sinar matahari yang sehat dan sumber makanan," kata Sutherland.

"Studi kami memberikan bukti kuat untuk hubungan antara tingkat rendah vitamin D dan kematian, dan ini adalah studi pertama dari jenisnya yang juga memasukkan kematian terkait penyakit pernapasan sebagai hasilnya."

Ia mengatakaan, mereka menggunakan metode genetik baru untuk mengeksplorasi dan menegaskan hubungan non-linier yang telah mereka lihat dalam pengaturan observasional.

"Dan melalui ini kami dapat memberikan bukti kuat untuk hubungan antara status vitamin D rendah dan kematian dini," kata Sutherland.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved